Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Nelayan Cantrang Rembang masih Kesal dengan Kebijakan Pelarangan Kementerian



Reporter:    /  @ 10:44:14  /  20 Mei 2017

    Print       Email

MuriaNewsCom, Rembang – Nelayan cantrang Rembang bingung dengan perpanjangan penggunaan jarring cantrang hingga akhir tahun 2017. Sebab perpanjangan penggunaan cantrang, tidak dibarengi dengan area tangkap.

Diketahui, nelayan cantrang hanya boleh melaut sebatas laut Jawa saja. Hal tersebut dianggap mengancam perolehan ikan mereka.

Salah satu anggota Front Nelayan Bersatu Rembang Heri mengatakan, jaring cantrang diberi masa perpanjangan waktu operasional. “Tapi area tangkapan dibatasi. Ini sangat merugikan nelayan,” kata Heri di Rembang, Sabtu (20/5/2017).

Menurut Heri, saat ini terjadi perbedaan pendapat soal cantrang. Nelayan lokal berpendapat jika cantrang tidak merusak ekosistem laut. Namun, kementerian melihatnya berbeda. Mereka menganggap cantrang bisa merusak sumber daya laut.

“Saya berpendapat bahwa jaring cantrang tidak merusak ekosistem laut, sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menilai cantrang mengancam sumber daya kelautan. Ini kan aneh, saya yang melaut kok. Pastinya lebih paham yang ada di lapangan,”ujarnya dengan nada kesal.

Kapal-kapal nelayan cantrang sudah dilengkapi dengan GPS. Fungsinya untuk memastikan daerah yang akan mereka pasang jaring tidak ada terumbu karangnya. Sehingga jaring mereka tidak rusak.

Kebijakan pelarangan cantrang oleh menteri sangat tidak relevan dan merugikan nelayan. Pasalnya, sejak kebijakan itu berlaku, kondisi ekonomi para nelayan cantrang menjadi terganggu.

Nelayan akan bertekad mati-matian memperjuangkan nasibnya.”Tekad nelayan sekarang ini hanya tinggal dua kata. Mati atau Mukti. Sehingga kita menuntut cantrang dapat dilegalkan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →