Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Baru 50 Persen Desa di Jepara yang Manfaatkan Website



Reporter:    /  @ 21:00:01  /  19 Mei 2017

    Print       Email

Beberapa perangkat desa mendapatkan pelatihan terkait Sistem Informasi Desa (SID), Jumat (19/5/2017), di Aula BKD Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Belum semua desa di Jepara maksimalkan website desa. Ketiadaan petugas khusus dan gagap teknologi diduga menjadi penyebab belum aktifnya sistem informasi desa berbasis online (daring).  

Hal ini terungkap dalam Pelatihan Sistem Informasi Desa (SID) untuk perangkat dan operator desa, Jumat (19/5/2017). Ipan Zulkifli dari Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) Jakarta menuturkan, secara riil, desa-desa di Jepara belumlah memanfaatkan teknologi informasi.

“Kalau secara riil, desa belum aktif dalam pengisian situs milik pemerintah desa. Berdasarkan pelatihan ini, masih kurang dari 50 persen, desa di Jepara yang proaktif dalam penggunaan situs desa,” ujarnya.

Padahal, lanjut Ipan, dengan pengelolaan situs desa dan data base (data induk) berbasis daring banyak keuntungan yang diperoleh pemerintah desa. Di antaranya kepraktisan pengaturan arsip nir kertas, kecepatan akses dan keamanan data. 

Di samping itu, ketiadaan pengelola khusus dianggap menjadi penghambat berkembangnya situs desa dan pengelolaan SID. 

“Sekarang yang datang sudah diberi surat keputusan (SK) dari kepala desa setempat. Dengan itu mudah-mudahan petugas yang diberi wewenang bisa lebih fokus,” imbuhnya. 

Kenyataan itu tak ditampik oleh Tenaga Ahli Program P3MD Jepara. Menurutnya penerapan aplikasi SID di tingkat desa masih terdapat kesulitan.  “Petugas operator masih perlu dipacu lagi agar lebih aktif mengupdate data di masing-masing desa,” katanya. 

Sementara itu Kabid Penguatan Lembaga Masyarakat Desa Budi Prisulistyono berkata, dengan penggunaan SID diharap dapat menerapkan transparansi penggunaan dana desa. Dengan itu masyarakat juga bisa ikut mengawasi penggunaannya.

“Nanti di sana dipampangkan berapa besaran Dana Desa (DD), bahkan bisa pula dicantumkan laporan pertanggungjawaban (LPj). Insyaallah akan meminimalkan penyimpangan,” ujarnya.

Sekretaris Desa Tunggul, Kecamatan Nalumsari Abdul Aziz mengaku masih kesulitan dalam menjalankan SID. Hal itu karena sebelumnya tak ditekankan penggunaan teknologi informasi. “Belum bisa ini, dari tadi juga salah-salah terus. Tapi dengan belajar otomatis nanti bisa,” urainya.

Dengan penggunaan SID dirinya berharap bisa mengangkat potensi desanya. Hal itu diwujudkan dengan memberitakan setiap kegiatan dan potensi desa melalui situs yang dimiliki.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Latar Belakang Kades Penawangan Pemasang Ratusan Lampu Sebagai Pengusir Hama

Selengkapnya →