Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

3 Tukang Parkir di RSUD Rembang Kena OTT Pungli



Reporter:    /  @ 16:23:50  /  19 Mei 2017

    Print       Email

Ketua Tim Saber Pungli Rembang Kompol Pranandya Subiyakto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Tiga tukang parkir yang biasa beroperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetrasno Rembang diciduk Tim Saber Pungli, Kamis (18/5/2016).Mereka tertangkap tangan melakukan pungutan liar.

Ketua Tim Saber Pungli Rembang Kompol Pranandya Subiyakto membenarkan adanya penangkapan terhadap ketiga pelaku pungli tersebut. Ketiganya diduga memungut parkir di luar tarif resmi yang sudah diatur dalam Perda No 5 Tahun 2010.

“Tiga pelaku yaitu Eko Istiawan RT 5 RW 4 Desa Seren, Kecamatan Sulang, Jasmani, warga Dukuh Ngaglik RT 1 RW 1 Desa weton, Kecamatan Rembang, dan Eko Sugiarto, berdomisili di RT 4 RW 2 Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang,” ujarnya.

Dalam tangkap tangan itu, petugas berhasil mengamankan dua bendel karcis tertanggal 18 Mei 2017. Uang tunai Rp 349.000 dan 6 lembar bukti setor ke Bendahara Penerimaan Dinas Perhubunhan (Dishub) Kabupaten Rembang.

Menurutnya, pengelola parkir di RSUD dr Soetrasno tersebut ditunjuk oleh Dinas Perhubungan dengan beranggotakan 21 orang yang diketahui Sahli warga Desa Turusgede, Kecamatan Rembang.

“Dalam pengakuannya, Sahli ditunjuk oleh dinas berwenang untuk mengelola parkir khusus di halaman RSUD dr Soetrasno dengan target setor 1 x 24 jam sebesar Rp 500.000. Dalam operasionalnya pengelola membagi 3 Shift,” ungkapnya. .

Pada shift pagi pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIB dengan personel 6 orang. Hasil parkir di setor Rp. 230.000, sedangkan sisanya dibagi anggota shift.

Sedangkan untuk shift siang pukul 13.00 hingga pukul 21.00 WIB dengan personel 7 orang hasil parkir disetor sebesar Rp 320.000 dan selisihnya juga menjadi hak bersama anggota parkir. Dan yang untuk  shift malam pukul 21.00 sampai dengan pukul 07.00 WIB dengan personil 3 orang. Hasil pengelola parkir dibagi personel shif dan tidak dibebani setor. Dia melanjutkan, sementara itu, menurut pengakuan pelaku, jumlah yang disetor yakni setor Rp 550.000.

“Sebenanrya, setornya itu sebesar Rp 500-an ribu. Namun yang disetor justru lebih dari itu. Nah selebihnya itulah yang akan kita dalami. Sebab dalam pengakuan pelaku, uang itu disetorkan kepada BPP Dishub yang bernama saudara Anshori dengan cara mengambil di rumah bendahara pengelola parkir  bernama Jasmani dan diberikan tanda terima,” paparnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam operasionalnya restribusi dilaksanakan pengelola parkir tidak sesuai ketentuan Perda No 5 Tahun 2010, yaitu  roda 2 sesuai ketentuan dengan tarif sebesar Rp 1.000, namun dipungut Rp 2.000 dan jika bermalam dipungut Rp 3.000.

Kemudian, roda 4 sesuai ketentuan dengan tarif sebesar Rp 2.000 namun dipungut Rp 3.000 dan jika bermalam dipungut lebih. 

“Kasus ini masih didalami pokja Yustisi. Dalam waktu dekat, tim yustisi akan berkoordinasi, apakah akan dimasukan ke pasal tipikor atau tindak pidana umum, atau sanksi administarisi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →