Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

220 Bidan PTT di Grobogan Terima SK Pengangkatan CPNS, 1 Orang Mundur



Reporter:    /  @ 19:01:48  /  18 Mei 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan SK pengangkatan CPNS pada perwakilan bidan PTT di di gedung Riptaloka, Kamis (18/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Ratusan bidan pegawai tidak tetap (PTT) Kementerian Kesehatan yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017 akhirnya menerima SK pengangkatan. Penyerahan SK secara simbolis dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni di gedung Riptaloka, Kamis (18/5/2017).

Acara penyerahan SK dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Kepala KPPD Suhadi, Kepala DKK Lely Atasti, dan Asisten III Padmo.

Jumlah bidan PTT keseluruhan di Grobogan ada 237 orang. Dari jumlah ini hanya 221 orang yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017. Hal itu tertuang dalam keputusan Bupati Grobogan Nomor 810/1173/2017.

Dari 221 bidang yang lolos CPNS, hanya 220 yang menerima SK pengangkatan. Sebab, satu orang bidan menyatakan mengundurkan diri.

“Ada satu bidang yang sudah masuk CPNS mundur. Bidang yang mundur dari Puskesmas Kedungjati,” kata Kepala KPPD Suhadi.

Dalam kesempatan itu, Sri meminta para bidan yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017 agar mewaspadai aksi penipuan terkait momen tersebut. Yakni, terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang sebelumnya menjanjikan bisa membantu kelulusan dalam seleksi CPNS tersebut.

“Kalau ada oknum yang menjajikan bisa membantu kelulusan jadi CPNS, saya pastikan itu penipuan. Jadi, harap waspada jika ada yang modus seperti itu,” tegasnya

Sri meminta agar agar pola pikir masyarakat harus diubah dalam pengadaan CPNS tersebut. Masyarakat diminta tidak mudah tertipu dan percaya dengan ulah oknum seperti itu. Sebab, dalam setiap proses pengadaan CPNS dijamin tidak ada pungutan biaya sama sekali.

“Tidak ada yang bisa meloloskan dalam seleksi kecuali kemampuan diri sendiri. Jadi, pola pikir seperti itu harus dihilangkan,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Latar Belakang Kades Penawangan Pemasang Ratusan Lampu Sebagai Pengusir Hama

Selengkapnya →