Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Penggunaan Kartu Tani di Grobogan Temui Hambatan



Reporter:    /  @ 20:57:36  /  18 Mei 2017

    Print       Email

 

Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha menyampaikan catatan dalam pendistribusian kartu tani dalam rakor komisi pengendalian pupuk dan pestisida (KP3) Grobogan di pendapa kabupaten, Kamis (18/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebagian besar jatah kartu tani yang digunakan untuk penebusan pupuk bersubsidi oleh petani memang sudah dibagikan. Namun, terdapat kendala sehingga penggunaan kartu tani belum bisa dilakukan optimal. Hal itu terungkap dalam rakor komisi pengendalian pupuk dan pestisida (KP3) Grobogan yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Kamis (18/5/2017).

Pelaksanaan rakor dibuka dan dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terlihat pula Sekretaris Daerah Moh Sumarsono yang juga menjabat sebagai Ketua KP3 Grobogan. Hadir pula para anggota KP3 hingga level kecematan. Tampak pula, Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha, perwakilan dari Disperindag, bagian perekonomian, penyuluh, produsen dan distributor pupuk.

Jumlah penerima kartu tani keseluruhan ada 170.892 petani. Sampai akhir April sudah tersalurkan 163.204 kartu tani.

Sebagian besar penerima masih banyak yang belum bisa menggunakan kartu tani untuk penebusan pupuk. Penyebabnya, ada yang terkendala sambungan internet. Kemudian, belum diaktivasinya kartu tani sehingga tidak bisa digunakan transaksi. Selain itu, banyak yang tidak bisa mengoperasikan kartu pada alat gesek elektronik.

Terkait dengan kondisi di lapangan, Bupati Sri Sumarni meminta agar untuk sementara, petani yang sudah punya kartu tani masih bisa menebus secara tunai seperti sebelumnya. Nanti, jatah pupuk petani harus dicatat sehingga datanya jelas.

“Jadi, sambil jalan, bisa pakai penebusan seperti biasa dulu. Nanti pengecer wajib mencatat transaksinya untuk dilaporkan ke dinas pertanian dan admin kartu tani,” katanya.

Menurut Sri, penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi merupakan sebuah kebijakan baru. Jadi, memang butuh waktu bagi para petani untuk bisa menggunakan kartu tani yang pengoperasiannya berbasis teknologi tersebut.

Solusi lain yang perlu dilakukan adalah menyiapkan kecamatan untuk dijadikan pilot project penyaluran pupuk dengan kartu tani. Dengan adanya desa pilot project maka akan memudahkan untuk mengevaluasi kendala yang dihadapi dalam penggunaan kartu tani. Disamping itu, petani kecamatan lainnya juga lebih mudah jika ingin melihat seperti apa proses penebusan pupuk dengan menggunakan kartu tani.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemerintah Desa Tlogitirto Grobogan Masukkan Program Droping Air Lewat APBDes

Selengkapnya →