Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Akhir Bulan, Hasil Pengeboran Sumur Minyak Tua di Grobogan Bakal Dikirim ke Pertamina



Reporter:    /  @ 17:32:04  /  18 Mei 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan, Sri Sumarni, Kajari Grobogan Edi Handoyo dan Ketua DPRD Grobogan, Agus Siswanto meninjau sumur minyak tua di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Grobogan, Kamis (18/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya eksploitasi atau pengeboran sumur minyak tua di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Grobogan tampaknya menuai hasil. Indikasinya, hasil pengeboran minyak di sumur tua itu akan segera dikirimkan ke Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung Pertamina EP Field Cepu, dalam waktu dekat.  Minyak mentah itu nantinya akan diolah menjadi premium atau solar.

Sumur minyak tua peninggalan Belanda itu dieksploitasi PT Nureka bekerja sama dengan BUMD Purwa Aksara Grobogan. Aktivitas eksploitasi perdana sumur minyak tua di kawasan hutan itu resmi dimulai pada Senin (27/2/2017) lalu.

“Pengiriman minyak tahap pertama ke Pertamina masih kita siapkan. Tagetnya, akhir bulan sudah terkirim,” ungkap Direktur PT Nureka Samsul Arifin saat menerima kunjungan Bupati Grobogan Sri Sumarni di lokasi pengeboran, Kamis (18/5/2017).

Hadir pula dalam kesempatan itu, Kajari Edi Handojo, Ketua DPRD Agus Siswanto, dan Sekda Moh Sumarsono. Terlihat pula Direktur Purwa Aksara Myra Heltyani di lokasi tersebut.

Menurut Samsul, pihaknya saat ini sedang menyiapkan peralatan berupa pompa, pipa dan bak penampung untuk ditempatkan di lapangan minyak. Alat-alat tersebut didatangkan dari Yogyakarta dan Pekanbaru. “Tahap awal kami perlu bak penampung untuk 150 barel. Selanjutkan ditambah secara bertahap,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya bakal berkomunikasi intensif kepada desa yang akan dilalui jalur pengiriman mengirim minyak mentah. Sedikitnya, ada tiga desa yang jalannya akan dilalui kendaraan pengangkut. “Kami akan komunikasi dengan warga untuk mendukung pengiriman hasil pengeboran ini,” imbuhnya.

Ditambahkan, jumlah sumur yang dapat izin eksploitasi totalnya ada 27 titik. Namun, pada tahun ini eksploitasi difokuskan pada lima sumur dulu. Selanjutnya, pada tahun berikutnya esploitasi akan dilakukan bertahap pada 27 sumur.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni berharap agar kegiatan pengeboran minyak di sumur tua bisa berjalan dan berhasil dengan baik. Dengan demikian, pengeboran ini nantinya bisa jadi salah satu ikon positif bagi Kabupaten Grobogan. Selain itu, dia juga berharap agar usaha tersebut dapat memberikan dampak positif bagi warga sekitar dan menambah pemasukan buat pemerintah daerah.

Sebab, kerja sama eksploitasi dengan Purwa Aksara tersebut dilakukan dengan skema bagi hasil. Yakni 90 persen untuk PT Nureka dan 10 persen untuk Purwa Aksara. “Kami berharap pihak pengelola juga melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja,” katanya. 

 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →