Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Suporter Persijap Pertanyakan Kualitas Fernando Sales



Reporter:    /  @ 18:29:00  /  18 Mei 2017

    Print       Email

Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan beruntun Persijap dalam Liga 2 menimbulkan banyak pertanyaan akan kualitas pelatih dan materi tim. Setelah kekalahan lawan PSS Sleman di kandang, Rabu (17/5/2017), respon suporter terhadap Laskar Kalinyamat pun beragam. Ada yang menghujat ada pula yang mengritik tajam agar segera terjadi pembenahan. 

Hadi Sofianto, warga Plajan, mengaku permainan yang diterapkan oleh pelatih kepala Fernando Sales tidak mewakili karakteristik Persijap. Dirinya menganggap, lisensi yang dikantongi oleh pria asal Brazil itu tak berpengaruh banyak dalam pola permainan tim.

“Sales seperti tak berpola dan tak tahu karakter Persijap. Lisensi boleh dunia tapi ini kan Persijap, main bola pendek dan keras,” ujarnya. 

Suporter lain, Turaikan, warga Bangsri menduga faktor bahasa menjadi kendala komunikasi dengan para pemain. “Pelatih asing tapi tidak ada pengaruhnya. Mungkin faktor bahasa dan belum kenal dengan sepakbola Indonesia,” tuturnya. 

Sementara itu dari ranah dunia maya, komentar netizen tak kalah pedas. Dari laman media sosial, Facebook milik Persijap banyak mengomentari pelatih dan pemainnya. Hal itu setelah akun tersebut mengunggah poin hasil pertandingan dengan PSS Sleman, Rabu (17/5/2017) lalu.

Seperti diungkapkan oleh akun netizen Mif Tah. Ia meminta tim dan manajemen berbenah diri.  “Semoga pemain dan pelatih serta oficial team menejemen bisa berbenah,ini bukan lagi ajang untuk mendidik pemain ini real game,kalo mau membina pemain bukan disini tempatnya,ini liga profesional bos cari pemain yang prefesional,jangan harap masuk liga satu jika permainan seperti ini,jauh dari harapan masyarakat jepara,ingat kalian semua ini membawa nama jepara yang notabenya kotane wong fanatik,khususnya sepak bola,” tulisnya

Sementara itu akun Deddy Taufik Ariyanto, berkata berujar untuk mengganti pelatih. “Wes ora usah do maido bozz. Kalah menang tetep persijap bozz. Harus diakui karakter permainan persijap dulu yg keras pantang menyerah alias ngotot plus ngoyo sudah hilang gak berbekas. Mungkin untuk solusi nya pelatihnya ganti mas Anjar Jambore yg sudah mengenal persijap luar dalam. Perjalanan masih jauh Jap, Tetep semangat JAP. Minimal bertahan di liga 2.”

Lain lagi komentar yang diungkapkan oleh akun Ariez Carera. Menurutnya kualitas pemain Persijap tidak bagus. “Pemain kakeyan gaya entok.. rambute do di semir.. bal2an tengah kok rak ono.. mlayu ngarep kabeh.. mlayu neng mburi kabeh.. walaupun njupok pelatih jhose mourinho nak pemaine mamulo kui2 percuma.. mending duwite gawe usaha gawe horok2 (Pemain terlalu bergaya, rambutnya saja yang disemir, bermain sepak bola kok tidak ada pemain tengahnya. Lari kedepan semua, lari kbelakang semua. Meskipun mengambil pelatih sekelas Mourinho kalau pemainnya tetap itu, percuma. Duitnya untuk usaha horok-horok saja),” sebutnya.

Fernando Sales, saat dihubungi MuriaNewsCom mengaku mahfum dengan kondisi tersebut. Menurutnya, semua kritikan yang tertuju padanya dan timnya adalah hal wajar yang diungkapkan oleh penggemar. 

“Tidak nyaman tentu saja, sekaligus kecewa, sebab kualitas kami bagus. Namun itu hal yang wajar. Jika kami menang maka kami adalah yang terbaik, namun jika kami kalah kami dicap sebagai yang terburuk. Di sepak bola sangat sederhana seperti itu,” tuturnya dihubungi lewat perpesanan instan WA, Kamis (18/7/2017). 

Lebih lanjut, pria yang mengantongi lisensi A dan B UEFA itu menganggap semua komentar terkait pemain, tak melunturkan kepercayaannya terhadap anak asuhnya. Namun demikian, ia menaruh hormat atas apa yang telah dikatakan oleh fans Persijap.

“Yang kami lakukan adalah bekerja, apa yang dikatakan atau dipikirkan oleh orang tentang pelatih dan saya tak membuat perbedaan dalam saya memercayai mereka. Saya percaya pada pemain saya dan saya yakin akan bisa melewati ini. Terkait opini orang lain saya sangat menghargai sebab mereka adalah penggemar. Namun ada perbedaan besar antara menjadi fans dan menjadi pemain serta pelatih. Jadi seperti saya katakan saya sangat menghormatinya,” pungkas Fernando Sales.  

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →