Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Banyaknya Perusahaan yang Masuk ke Rembang Dinilai Bisa Tekan Angka Kemiskinan



Reporter:    /  @ 08:00:38  /  18 Mei 2017

    Print       Email

Salah satu perusahaan ternak yang bakal berdiri di Desa Kasreman. Bupati Rembang menilai, banyaknya perusahaan yang berinvestasi di Rembang dapat mengurangi angka kemiskinan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sejumlah perusahaan besar seperti halnya PT. Malindo Feedmill yang bergerak dalam bidang usaha pakan ternak, kemudian perusahaan sepatu dan gula yang akan beroperasi di Rembang, diharapkan bisa memberikan perubahan yang ada di Kota Garam tersebut.

Dengan keberadaan beberapa perusahaan besar itu, nantinya diharapkan mampu menyerap tenaga kerja bagi warga di Kabupaten Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, saat ini berbagai perusahaan besar ingin membangun usaha di Rembang. Untuk itu, momen tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh pemerintah. Terlebih tingkat kemiskinan di Rembang cukup tinggi. Yakni di angka sekitar 19 persen.

“Kemiskinan di Rembang mencapai 19  persen. Jika dirata setiap tahunnya bisa mengalami penurunan sebesar 1 persen lebih, maka di saat 2021 mendatang, kemiskinan mampu turun pada angka 12 persen. Memang target tersebut berat, tapi pemkab siap mengoptimalkan segala macam potensi,” paparnya.

Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa di Rembang ini juga masih banyak janda yang memang harus diperhatikan pekerjaannya.”Janda di Rembang ada sekitar 4 ribu orang. Namun hal itu juga perlu menjadi perhatian. Sehingga janda yang masih produktif bisa diikutkan pekerjaan dalam perusahaan itu. Sehingga hal itu juga bisa untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di Rembang,” paparnya.

Dia menambahkan, rencana kemunculan pabrik sepatu, pabrik gula dan menggeliatnya sektor pertanian maupun kelautan juga harus bisa memberikan manfaat bagi warga Rembang.

“Misalkan saja janda, khususnya yang berusia produktif bisa masuk menjadi tenaga kerja. Tak perlu susah mencari pekerjaan keluar daerah, apalagi harus terbang ke negeri orang sebagai TKW. Jika penghasilan masyarakat mulai tertata, ditunjang pertumbuhan ekonomi, kemungkinan penurunan kemiskinan akan lebih cepat.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Latar Belakang Kades Penawangan Pemasang Ratusan Lampu Sebagai Pengusir Hama

Selengkapnya →