Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

VIRAL, Kiai Ceramah Diganggu Pemuda di Manggarmas Godong Grobogan, Ternyata Ini Faktanya



Reporter:    /  @ 19:56:42  /  16 Mei 2017

    Print       Email

Screenshot video yang memperlihatkan aksi pemuda ganggu kiai sedang ceramah di Grobogan. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah video berdurasi pendek di media sosial yang menayangkan seorang pemuda sedang menggangu kiai saat berceramah dalam acara pengajian menjadi viral. Bahkan, ada yang menyebutkan jika pemuda yang nekat menaikkan kakinya di atas meja di depan kiai itu dalam kondisi mabuk.

Namun, informasi yang diunggah dalam media sosial itu ternyata tidak akurat. Sebab, pemuda yang berani mengganggu kiai saat menyampaikan tausiyah tersebut ternyata mengalami gangguan kejiwaan. Aksi nekat pemuda tersebut terjadi dalam acara pengajian di Musala Dusun Manggar, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan. Pengajian dalam rangka haul umum dan menyambut datangnya bulan Ramadan itu dilangsungkan Rabu (3/5/2017) malam. Pengajian rutin tahunan itu menghadirkan KH Adib Zamroni dari Demak selaku pembicara utama.

“Memang ada kejadian warga saya naik panggung saat pengajian. Kejadian itu terjadi setelah Kiai menyampaikan tausiyah selama 30 menit. Kira-kira jam 22.00 WIB, kejadiannya. Kebetulan, malam itu saya juga menghadiri pengajian,” ungkap Kepala Desa Manggarmas Khandiq, Selasa (16/5/2017).

Dijelaskan, warganya yang sempat naik panggung itu diketahui bernama M Kusein (22). Rumahnya di Dusun Manggar RT 07, RW 03 yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pengajian. Menurut Khandiq, warganya tersebut bukan dalam kondisi mabuk saat melakukan aksinya. Tetapi, sebelumnya ia memang sedang mengalami gangguan kejiwaan.

Kusein mengalami gangguan jiwa saat remaja. Namun, penyakitnya bisa sembuh setelah dirawat di rumah sakit. Setelah sembuh total, ia merantau ke luar kota dan bertemu dengan pasangan hidupnya. Setelah menikah beberapa bulan lalu, ia hidup bersama istrinya di kampung halamannya.

Beberapa hari sebelum pengajian, gangguan kejiwaannya kambuh. Bahkan, warganya itu sempat tidak mau mengenakan pakaian dan selalu marah-marah. Oleh keluarganya, selalu melakukan penjagaan dan tidak membiarkan Kusein keluar rumah. Tujuannya agar tidak mengganggu warga sekitar dan melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

“Saat ada pengajian, Kusein sempat keluar dari rumah tanpa diketahui pihak keluarga yang menjaganya. Akhirnya, orang itu sampai di lokasi pengajian hingga naik ke panggung dan mendekati meja yang ada di depan Kiai. Namun, tidak lama kemudian, orangnya langsung diamankan warga dan dibawa pulang ke rumah,” jelasnya.

Khandiq menyatakan, kejadian itu berlangsung cepat. Warga yang hadir dalam pengajian semula mengira orang yang naik ke panggung itu adalah tukang sound system yang mau mengecek kabel atau mikrofon. Masih dikatakannya, kejadian itu sempat menimbulkan salah paham dengan ulama yang didatangkan untuk memberikan ceramah. Namun, setelah dijelaskan akhirnya bisa memaklumi.

“Jadi hal ini perlu saya luruskan. Kejadian orang naik panggung saat pengajian itu memang benar terjadi. Tetapi, pelakunya bukan preman atau orang mabuk. Tetapi, dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan kejiwaan,” jelas kades yang wilayahnya terdapat obyek wisata Api Abadi Mrapen itu.

Ditambahkan, saat ini, posisi warganya yang kambuh gangguan jiwanya itu masih dalam perawatan di rumah sakit jiwa. Pihaknya, sudah membantu mengajukan Jamkesda untuk memudahkan perawatan warganya tersebut. “Kita juga dibantu dari pihak puskesmas dan Dinas Sosial. Saat ini masih dirawat,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →