Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini
Omah Mode Ditutup Paksa (1)

Eksekusi Omah Mode Kudus Diwarnai Tangisan



Reporter:    /  @ 14:12:56  /  16 Mei 2017

    Print       Email

Jalannya proses eksekusi Omah Mode Factory Outlet & Resto, di Jalan Ahmad Yani, Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tanah dan bangunan yang ditempati Omah Mode Factory Outlet & Resto, di Jalan Ahmad Yani, Kudus, dieksekusi Pengadilan Negeri (PN) setempat, Selasa (16/5/2017). Pengeksekusian dilakukan karena pemilik gagal menebus utangnya. Eksekusi dilakukan karena permintaan Boediono Salim, selaku pemenang lelang, melalui kuasa hukumnya Viktor Budi Rahardjo.

Pantauan di lokasi, proses eksekusi berjalan tanpa aksi anarkis, dan berjalan dramatis. Sebab saat eksekusi, ada sejumlah karyawan yang menangis histeris dan jatuh pingsan. Puluhan polisi telah bersiaga di lokasi guna meredam aksi yang tidak diinginkan.

P‎anitera PN Kudus, Sutikno mengatakan eksekusi dilakukan karena adanya beban utang dari pemilik tanah, Handoko Wibowo. Tercatat, utang Handoko kepada salah satu bank memiliki nilai kurang lebih Rp 70 miliar. Adapun agunan utang milik Handoko tersebut, adalah tanah seluas sekitar 4.500 meter persegi. Luasan tanah itu termasuk dengan bangunan di atasnya, yang salah satunya adalah lokasi Omah Mode Factory Outlet & Resto. “Tak bisa bayar utang, maka jaminan dilelang, dan dimenangkan oleh pemenang seharga sekitar Rp 55 miliar,” kata Sutikno.

Pemenang lelang Boediono Salim merupakan warga Jakarta. Boediono menang lelang yakni sekitar enam bulan lalu. Pada November 2016, pemenang telah mengajukan surat pengosongan. Tapi karena tidak ada tanda-tanda pengosongan, maka pemenang mengajukan pendampingan ke PN.  

Hal ini dikatakan kuasa hukumnya, Viktor Budi Raharjo. Viktor mengatakan, hal sesuai aturan sudah dilakukan sebelum akhirnya dilakukan pengosongan gedung. Sebab selama ini pihaknya melihat tak ada itikad pengosongan, maka pihaknya mengajukan pendampingan ke PN untuk dilakukan eksekusi.

“Sudah enam bulan sejak menang lelang, namun belum juga dilakukan pengosongan. Akhirnya kami menempuh jalur hukum dengan mengajukan pendampingan ke pihak pengadilan negeri,” ujarnya.

Di Omah Mode terdapat sekitar 190 karyawan. Sebagian besar dari mereka menyayangkan adanya aksi pengeksekusian tempat kerjanya. Sebelum dilakukan eksekusi, terlebih dahulu kedua pihak dipertemukan di kantor Kelurahan Panjunan. Setelah dibacakan hasil dari PN Kudus, kemudian dilakukanlah proses eksekusi.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →