Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pemkab Grobogan Butuh Dana Rp 800 Miliar untuk Tuntaskan Perbaikan Jalan Rusak



Reporter:    /  @ 10:00:51  /  16 Mei 2017

    Print       Email

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Subiyono (kiri) saat mendampingi Bupati Sri Sumarni menyaksikan penandatanganan kontrak kerja 27 paket proyek perbaikan jalan tahap I tahun tahun 2017, Senin (15/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani  Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Alokasi dana perbaikan jalan rusak sudah disiapkan sebesar Rp 392 miliar pada tahun 2017 ini. Namun, dana sebesar ini belum mencukupi buat perbaikan semua jalan rusak yang ada di Grobogan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Subiyono mengungkapkan, dana sebesar Rp 392 miliar digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 141 km yang terbagi dalam 236 paket pekerjaan. Tiap paket pekerjaan nilainya di atas Rp 2 miliar.

“Tahun ini, jalan yang kita perbaiki baru 141 km. Dana yang tersedia belum bisa digunakan untuk perbaikan seluruh ruas jalan rusak,” jelasnya pada wartawan, usai menyaksikan penandatanganan kontrak kerja untuk 27 paket proyek perbaikan jalan tahap I tahun tahun 2017 di kantor DPUPR, Senin (15/5/2017).

Menurut Subiyono, jalan dengan status milik kabupaten memiliki panjang keseluruhan sekitar 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik, baru 58 persen atau sekitar 500 km. Dengan perbaikan tahun ini, ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 141 km.

“Kita targetkan, pada akhir tahun nanti ruas jalan yang rusak tinggal 36,5 persen saja. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia,” jelas mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Untuk menuntaskan perbaikan jalan berikutnya masih butuh dana sekitar Rp 800 miliar. Tahun 2018 dan 2019, ditargetkan dana perbaikan jalan rusak dialokasikan Rp 400 miliar per tahunnya. Dengan demikian, perbaikan semua ruas jalan kabupaten bisa tuntas dalam dua tahun anggaran mendatang.

Ditambahkan, perbaikan jalan di Grobogan memang membutuhkan dana yang sangat besar. Sebab, wilayahnya sangat luas sehingga ruas jalan juga cukup panjang.

Selain itu, perbaikan jalan harus dilakukan dengan konstruksi beton yang membutuhkan dana sangat besar. Kondisi ini terjadi lantaran tekstur tanah di Grobogan relatif labil, tidak seperti di daerah lainnya.

“Kondisi tanah kita, angka CBR nya rendah sekali. Sehingga harus dilakukan konstruksi beton. Hal ini yang menjadikan biaya perbaikan jalan butuh dana besar,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemkab Kudus Anggap Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun Wajar

Selengkapnya →