Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pemilihan Pimpinan Komisi C DPRD Kudus Diwarnai Protes 



Reporter:    /  @ 19:30:01  /  15 Mei 2017

    Print       Email

Edy Kurniawan (tengah) menunjukan buku tatib yang dipegang saat usul tentang pemilihan yang salah di DPRD Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilihan pimpinan Komisi C DPRD Kudus, di kantor dewan setempat, Senin (15/5/2017) ramai. Sejumlah anggota dewan sampai keluar dari pemilihan, setelah sebelumnya terjadi aksi adu argumen mengenai pemilihan tersebut.

Seperti halnya Edy Kurniawan, yang dulunya Wakil Ketua Komisi C. Dia bertanya-tanya tentang rapat tersebut. Karena, bagi dia rapat tersebut tidaklah sah, lantaran menyalahi aturan dalam DPRD Kudus. Patokan dia, adalah aturan DPRD berupa tatib.

“Rapat ini sudah salah aturan. Jika dalam undangannya adalah calon anggota Komisi C, itu tak pas karena seharusnya adalah anggota komisi. Sebab yang masanya habis adalah masa jabatan pimpinanya,” kata dia dalam pembahasan.

Tak hanya itu, kata Edy, yang berhak memilih pimpinan dalam  Komisi C  adalah  mereka yang anggota komisi. Bukan seperti sekarang, yang sudah campur dengan sejumlah anggota dewan lainnya.

Selain itu dia juga mempertanyakan tentang prosedur pemilihan. Bagi ia dalam tatib menyebutkan, kalau masing-masing fraksi setelah mengusulkan harus diparipurnakan. Namun sebelum ada tahapan paripurna, langsung dilakukan pemilihan. “Ini pembodohan namanya, bahkan bisa dikatakan aji ngawur. Seharusnya tidak seperti ini model pemilihannya,” ungkap dia.

Senada juga diungkapkan Superiyanto. Dia menyebut kalau rapat tersebut juga cacat hukum. Karena aturan mengenai pemilihan tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Dia juga prihatin, mengapa DPRD Kudus bisa melakukan hal yang demikian.

Selain itu, nama lain yang keluar adalah Tommy Sutomo, yang memutuskan keluar lantaran dalam pemilihan tersebut tak sesuai dengan aturan.

Ketua DPRD Masan mengatakan, kalau apa yang dilakukan sesuai aturan. Bahkan dia sendiri yang menandatangani tatib yang kini jadi pedoman para anggota dewan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →