Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Diduga Ada Pungli E-KTP, Bupati Pati Ngamuk saat Sidak di Disdukcapil



Reporter:    /  @ 17:35:59  /  15 Mei 2017

    Print       Email

Bupati Pati Haryanto (kiri) saat sidak di Kantor Disdukcapil Pati, Senin (15/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto marah besar setelah mengetahui pembuatan E-KTP di Pati lambat. Hal itu yang membuat Haryanto melakukan inspeksi mendadak di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pati, Senin (15/5/2017).

Haryanto mengaku, mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan lambatnya pembuatan E-KTP. Selain itu, dia juga mendapatkan teguran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait persoalan tersebut.

Haryanto menduga ada “permainan” dari para petugas yang mengurus E-KTP di Pati yang mengindikasikan adanya pungutan liar (pungli). Pasalnya, blangko yang tersedia ada sekitar 11 ribu keping dan belum dicetak.

“Dalam waktu satu jam, petugas mestinya bisa mencetak 200 E-KTP. Ada enam print di Disdukcapil. Mestinya, dalam satu jam saja, petugas bisa mencetak 1.600 E-KTP. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk terlambat,” ujar Haryanto dengan nada yang meledak-ledak.

Dia menambahkan, pembuatan E-KTP seharusnya gratis. Bila ada petugas yang meminta sejumlah uang dengan alasan apapun, hal itu disebut sebagai pungli. Masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan petugas nakal semacam itu.

“Kita baru saja membuat Tim Saber Pungli di Pati. Jadi, jangan bermain-main dengan pungli. Kami bersama Tim Saber Pungli bersama kepolsian, kejaksaan dan TNI akan menindak tegas siapa saja yang melakukan pungli di Pati,” imbuh Haryanto.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Pati Dadik Sumardji mengaku sudah melakukan pembuatan E-KTP sesuai dengan prosedur. Dia mengutamakan warga yang sudah melakukan rekam terlebih dahulu.

Menurutnya, keterlambatan pembuatan E-KTP bukan karena ada pungli. Namun, server Disdukcapil disebut rusak selama sekitar dua minggu yang lalu. Saat server sudah normal, dia mengaku sudah langsung melakukan pencetakan.

“Kendala utamanya ada pada server. Saat akan mencetak dalam jumlah yang banyak, server tidak kuat dan mesin cepat panas. Kami tegaskan, server dan jaringannya yang bermasalah,” kilah Dadik.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →