Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Pelatih Persijap Minta Pemain Kompak Hadapi PSS Sleman



Reporter:    /  @ 18:00:44  /  15 Mei 2017

    Print       Email

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap mewaspadai betul kekuatan calon lawannya PSS Sleman, pada laga yang dijadwalkan bergulir pada Rabu (17/5/2016). Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales meminta semua lini bermain kompak, dan tak hanya menyerang namun juga menjaga barisan bertahan. 

Menurut Sales, PSS Sleman merupakan tim yang tangguh. Meskipun sempat mengalami kekalahan di kandang, akan tetapi pada pertandingan selanjutnya mereka bangkit dan mengumpulkan poin demi poin. 

“Saya telah menonton pertandingan (PSS Sleman) melawan Cilacap, Persip dan lawan lainnya. Mereka tim yang menunjukan performa yang bagus. Saat mengalami kekalahan dengan Cilacap, ada kesalahan dalam mengantisipasi serangan balik. Sekarang saya (Persijap) bersiap untuk mengadapi pertandingan,” tuturnya. 

Meskipun demikian, ia tetap optimis timnya bisa memberikan perlawanan. Hal itu lantaran, Persijap bermain di kandang.

“Kami berharap dapat mengalahkan mereka, kita harus percaya diri lantaran mereka juga bermain di kandang kita. Kita harus mempertahankan cara kita bermain seperti menghadapi Ciamis dan Persibas. Kita tak bisa mengurangi tekanan kepada lawan, memberikan kesempatan seperti bermain melawan Persip atau Persibangga. Kalau ingin memenangkan pertandingan kita harus bermain kompak,” ujarnya. 

Dari sisi strategi, Sales tetap menginstruksikan pemainnya untuk tidak mengurangi tekanan pada lawan. Namun demikian, tidak lantas melupakan sisi pertahanan. 

“Sekali pemain turun ke lapangan, mereka harus berkomitmen memberikan 100 persen kemampuan mereka dan bertanggung jawab. Kita juga tak bisa hanya serang,serang dan menyerang, namun harus memberikan tekanan serta sisi pertahanan juga tak kalah penting,” tegas Sales.

Ditanya tentang pemain anyar seperti Tommy Oropka bermain, menurut Sales pemain asal Papua itu belum bisa merumput. Hal itu karena sesuai regulasi, dirinya harus menunggu hingga leg 1 berakhir.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persijap Muhammad Yusuf mengatakan, kemenangan menjadi harga mati. “Menang harga mati, pemain dituntut untuk disiplin posisi jaga lawan. Ini pertandingan berat, harus fokus dan kerja keras untuk memenangkan pertandingan melawan PSS,” ungkapnya. 

Di samping itu, ia juga menekankan pada rotasi pemain dan adanya perubahan pola permainan. Dengan strategi itu, Persijap diharap dapat memetik kemenangan. 

Di samping itu, kehadiran pemain ke-12 alias suporter diharapkan menjadi pemantik semangat anak-anak Persijap. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemerintah Desa Tlogitirto Grobogan Masukkan Program Droping Air Lewat APBDes

Selengkapnya →