Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Meski Harga Daging Sapi Naik, Tapi Peternak Justru Rugi



Reporter:    /  @ 20:00:03  /  13 Mei 2017

    Print       Email

Sahid, salah satu kelompok peternak sapi di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Meski harga daging sapi yang bisanya mengalami peningkatan jelang Ramadan, namun hal itu ternyata tidak dinikmati oleh para peternak sapi di Kabupaten Rembang. Bahkan peternak merugi karena harga sapi hidup terus merosot. Jika saat ini harga daging di pasaran sekitar Rp 105-110 ribu, justru harga sapi dari petani untuk per kilonya bisa jauh di bawah harga tersebut.

“Siapa bilang kita untung besar. Justru malah peternak merugi karena harga sapi paling di kisaran 43 ribu/kg. Bahkan kini harganya turun menjadi Rp 39 ribu/kg,” ujar Sahid, salah satu ketua kelompok peternak sapi di Dusun Pentil, Desa Gunungsari, Kecamatan Sahid, Rembang.

Dirinya mengatakan, meski ada kenaikan harga daging di pasaran, namun, dari pihak jagal tetap tidak mau membeli sapi dari petani dengan harga tinggi. Padahal, katanya, dari pihak jagal, bisa menaikkan harga sesuai permintaan pasar.

Selain itu, dirinya menduga, turunnya harga sapi dari petani juga dipengaruhi dengan adanya daging impor yang dilakukan pemerintah.  “Saya kemarin itu tahu ada daging impor yang sudah dikemas bagus di Pasar Pati. Kalau tidak keliru itu per kilonya Rp 80 ribu. Namun saya tak paham apakah itu daging sapi atau daging kerbau. Apakah ini juga ada di Rembang atau tidak, kami belum survey,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Panggil DPN APTRI, KPPU Tindak Lanjuti Dugaan Monopoli Gula yang Dilakukan Bulog

Selengkapnya →