Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ribuan Warga Hadiri Peringatan Haul Ki Ageng Selo di Desa Selo Grobogan



Reporter:    /  @ 11:07:59  /  13 Mei 2017

    Print       Email

Ratusan warga saling berebut gunungan dalam acara haul Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Jumat (12/5/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puncak peringatan haul Ki Ageng Selo berlangsung meriah, Jumat (12/5/2017) malam. Ribuan warga dari berbagai daerah datang ke Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan. Tepatnya, di kompleks Masjid Ki Ageng Selo yang jadi tempat peringatan haul.

Warga berdatangan untuk menghadiri acara haul sejak sore hari. Begitu tiba di lokasi, mereka langsung melakukan ziarah terlebih dahulu di Makam Ki Ageng Selo yang lokasinya berada di belakang masjid.

Selain itu, peringatan haul juga dihadiri GKR Ayu Koes Indriyah beserta puluhan abdi dalem dari Keraton Surakarta. Dalam haul tersebut, tidak terlihat pejabat dari Pemkab Grobogan yang hadir.

Peringatan haul tokoh besar yang jadi leluhur Raja Mataram Islam itu dilangsungkan secara sederhana. Ritualnya dimulai selepas Isyak dengan melantunkan bacaan tahlil dan doa yang dilangsungkan di serambi masjid.

Kemudian, dilanjutkan dengan pengajian dengan pembicara dari Surakarta. Warga yang tidak kebagian tempat di dalam masjid, mengikuti rangkaian acara dengan duduk di tikar yang dihamparkan di pelataran.

Peringatan haul juga diwarnai dengan rebutan dua gunungan berisi rangkaian hasil bumi dan buah-buahan. Begitu bacaan tahlil dan selesai dilakukan, ratusan warga langsung menyerbu gunungan yang ditempatkan di depan masjid.

“Peringatan haul Ki Ageng Selo ini rutin kita peringati tiap tahun. Tepatnya pada pertengahan bulan Syaban atau Ruwah,” kata GKR Ayu Koes Indriyah pada wartawan.

Menurutnya, pihak Keraton Surakarta selalu hadir dalam peringatan haul tersebut. Sebab, Ki Ageng Selo merupakan leluhurnya dan salah satu tokoh besar dalam penyiaran Islam di tanah Jawa.

“Selain itu, kompleks makam dan tanah di sekitarnya statusnya adalah milik Keraton Surakarta. Jadi, pengelolaan dan perawatannya menjadi tanggung jawab kami,” kata anggota DPD RI itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →