Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

TPA di Ngembak Grobogan Bakal Dilengkapi Jembatan Timbang



Reporter:    /  @ 19:00:29  /  12 Mei 2017

    Print       Email

Kasi Penanganan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Noer Rochman menunjukkan zona sampah baru yang akan dilengkapi jembatan timbang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proyek penataan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, ternyata masih berlanjut.

Rencananya, berbagai fasilitas tambahan juga akan disiapkan di lokasi tersebut. Salah satunya adalah keberadaan jembatan timbang.

Kasi Penanganan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Noer Rochman mengatakan, sebelumnya memang sudah ada penataan lokasi TPA dengan anggaran sekitar Rp 18 miliar yang berasal dari Kementerian PUPR.

Selain penataan tempat pengolahan sampah, dana dari Kementerian PUPR juga dialokasikan untuk pembuatan sarana pendukung. Seperti, jalan menuju zona, kantor, musola, tempat cuci truk, laborat, tower air, pagar kawat sekeliling dan lampu penerangan bertenaga surya.

Namun, untuk tahun ini, pihaknya meminta bantuan lagi untuk melengkapi sarana dan prasarana di TPA. Antara lain, berupa jembatan timbang, pembuatan jalan tambahan di lahan TPA, khususnya menuju zona sampah baru. Kemudian, bronjong kawat untuk penahan tumpukan sampah yang lama supaya tidak longsor.

“Proyek tersebut semua dikendalikan dari kementerian. Informasi yang saya dapat, saat ini baru proses lelangnya,” katanya.

Dijelaskan, keberadaan fasilitas pendukung, khususnya jembatan timbang memang sangat diperlukan. Sebab, dengan pengelolaan model controlled landfill yang diterapkan saat ini perlu mengetahui berapa banyak volume sampah di kolam pembuangan.

Pada model controlled landfill, sampah yang datang setiap hari diratakan dan dipadatkan dengan alat barat menjadi sebuah sel. Secara berkala, sampah yang sudah dipadatkan akan ditutup dengan lapisan tanah setebal 5-10 cm.

Misalnya tiap tiga hari atau seminggu sekali dengan tujuan untuk menutup sampah biar tidak terlihat dan mengurangi bau serta lalat. Setelah dilapisi tanan, di atasnya nanti ditimbun sampah lagi dan begitu seterusnya sampai zona penuh.

“Idealnya, sebelum ditimbun tanah sampah yang akan masuk ditimbang dulu. Dengan demikian, kita bisa mengetahui berapa volume sampah yang sudah ada di kolam pembuangannya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →