Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Landasan Jembatan Nyaris Ambrol, Akses Transportasi Warga Tunggulrejo Grobogan Terganggu



Reporter:    /  @ 08:05:39  /  12 Mei 2017

    Print       Email

Seorang pengendara motor yang membawa muatan sedang melintas jembatan yang nyaris ambrol di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aktivitas warga di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan sedikit terganggu dalam beberapa hari terakhir. Hal ini disebabkan adanya jembatan utama desa yang landasannya nyaris ambrol.

Jembatan sepanjang 6 meter dan lebar 3 meter itu berada di jalur penghubung antardusun. Yakni Dusun Ngamban dan Tunggul. Melalui jalur ini warga setempat juga lebih cepat menjangkau desa di sekitarnya.

Akibat peristiwa ini, kendaraan roda empat tidak berani melintas dan memutar lewat jalur lain yang jarak tempuhnya cukup jauh. Sedangkan pengendara motor masih bisa melintas namun harus ekstra hati-hati.

“Kerusakan jembatan kondisinya sudah cukup parah. Kami berharap kerusakan segera ditangani karena keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan warga,” ungkap Sutrisno, warga Gabus yang sering melintasi jalur tersebut, Kamis (11/5/2017).

Kepala Desa Tunggulrejo Parjo ketika dimintai komentarnya menyatakan, kerusakan jembatan diawali dengan longsornya talud beberapa bulan lalu. Pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan talud tersebut.

Namun, sebelum perbaikan talud dilakukan, tingkat longsoran makin parah. Hal ini menyusul meluapnya sungai di bawah jembatan yang menggerus talud yang sebelumnya sudah longsor.

“Longsornya talud awalnya tidak begitu parah dan sudah kita siapkan anggaran perbaikannya. Namun, setelah kena gerusan air, kerusakannya bertambah parah dan mengakibatkan jembatannya ikut rusak,” katanya saat dihubungi lewat telepon.

Parjo menyatakan, jembatan itu berada di ruas jalan jalan desa yang menjadi salah satu jalur utama bagi warganya. Rencananya, perbaikan jembatan akan segera dilakukan dengan anggaran APBDes.

Namun, prosedurnya harus diikuti dengan perubahan ABPdes lebih dahulu. Soalnya, dalam penetapan APBDes 2017 belum terakomodasi.

“Pada penetapan APBDes 2017 kami sudah alokasikan dana perbaikan jembatan. Tetapi, untuk jembatan lainnya di sebelah timur yang juga butuh perbaikan. Di Desa Tunggulrejo ini sedikitnya ada lima jembatan penghubung karena wilayahnya dilintasi banyak sungai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono menyarankan agar pihak desa mengajukan permohonan bantuan khusus ke provinsi untuk perbaikan jembatan. Hal itu bisa dilakukan seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan yang dapat bantuan pembangunan jembatan gantung.

“Jembatan itu merupakan aset desa sehingga perbaikan jadi tanggung jawab desa. Namun, pihak desa bisa mengajukan bantuan khusus,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →