Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Dana BOS Ngadat, Sekolah di Rembang Kalang Kabut Cari Dana Talangan



Reporter:    /  @ 10:00:34  /  12 Mei 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Pencairan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada triwulan kedua tahun ini mengalami ketersendatan. Sehingga, sejumlah sekolah penerima BOS harus mencari dana talangan terlebih dahulu untuk menutup biaya operasional sekolah tersebut.

Kepala SMPN 1 Sarang Harjanto mengaku, bahwa pihaknya saat jni sedang mengajukan pinjaman dana piutang di koperasi. Sebab, kebutuhan biaya sekolah saat ini tengah membengkak, terlebih untuk biaya ujian nasional (UN) yang baru kemarin dilaksanakan.

“Memang benar penyaluran BOS triwulan kedua tahun ini seharusnya sudah kami terima, namun sampai saat ini belum juga kami dapat. Terpaksa kami mencari dana talangan ke koperasi untuk bisa menutup kebutuhan sementara. Apalagi kemarin kita menyelenggarakan ujian, itu butuh biaya besar,” ujarnya.

Manager BOS SD dan SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Suntono membenarkan, jika penyaluran dana BOS triwulan kedua tahun ini mengalami ketersendatan. Hal tersebut merupakan imbas dari pihak pusat, lantaran adanya data yang bermasalah.

“Secara teknis kami kurang paham penyebabnya apa. Tapi yang jelas dari pihak pusat memang proses penyalurannya terhambat. Mungkin imbas dari pendataan pada triwulan pertama yang molor,” ucapnya.

Dia melanjutkan, sebenarnya pencairan dana BOS triwulan kedua tahun ini sudah bisa dilaksanakan pada tanggal 20 April kemarin. Akan tetapi, sampai memasuki minggu kedua bulan Mei masih belum ada informasi pasti dari pihak pusat. Hal tersebut juga terjadi pada penyaluran tahap pertama, yang seharusnya diterima bulan Januari, molor hingga bulan Februari.

Di sisi lain, pihaknya juga membenarkan informasi terkait sejumlah sekolah yang terpaksa mencari dana talangan lantaran pencairan dana BOS yang molor. Dengan kondisi semacam itu, pihak sekolah diharap dapat menghemat pembiayaan atau biaya pengeluaran sekokah.

“Kalau masih ada dana sisa di penyaluran tahap pertama, kami harapkan agar dimanfaatkan dan dioptimalkan secara baik. Pengeluaran yang sifatnya bukan darurat, kami minta agar pihak sekolah bisa mengesampingkan dulu,” imbaunya.

Adapun penerima BOS di Rembang tahun ini, SD sebanyak 374 sekolah dan SMP 53 sekolah. Dengan jumlah dana untuk SD Rp 800 ribu per siswa selama satu tahun, dan SMP Rp 1juta per siswa selama satu tahun.

“Pencairannya dilakukan per triwulan. Di triwulan satu 20 persen, triwulan kedua 40 persen yang nanti juga dibagi dengan alokasi buku, triwulan ketiga dan empat sama 20 persen,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →