Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Duh, Kesadaran Pemotor di Grobogan Patuhi Aturan Rendah



Reporter:    /  @ 14:37:04  /  11 Mei 2017

    Print       Email

Para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas mendapat sanksi tilang dari pihak kepolisian di Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sosialisasi tertib berlalu lintas sudah seringkali digencarkan, namun tingkat kedisiplinan para pengguna kendaraan bermotor di Grobogan ternyata masih rendah.

Indikasinya, dalam pelaksanaan Razia Patuh tahun 2017 yang dilangsungkan sejak dua hari terakhir, ada ratusan pengendara yang melanggar.

“Total ada 206 kendaraan terjaring. Kegiatan Razia Patuh kita gelar serentak di beberapa kecamatan. Yakni, Gubug, Godong, Toroh, Grobogan dan Wirosari. Para pelanggar langsung kita kenakan sangsi tilang,” ungkap Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa, di tempat kerjanya, Kamis (11/5/2017)

Menurut Panji, Operasi Patuh akan digelar selama 2 minggu dengan penekanan pada kegiatan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. Selain itu, melalui kegiatan itu diharapkan akan bisa menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalulintas.

Dalam kegiatan ini, petugas memang mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Kegiatan ini kita lakukan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Jadi, kami mengimbau para pengendara agar mematuhi aturan yang berlaku demi keamanan dan keselamatan bersama,” imbuhnya. 

Ditambahkan, kebanyakan pengendara yang teraring razia ini tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan seperti SIM, STNK. Kemudian, pelanggaran tidak mengenakan alat pengaman seperti helm, atau kaca spion. 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →