Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Seru, Perjuangan Atlet Difabel Grobogan di Ajang Peparkab



Reporter:    /  @ 14:00:43  /  11 Mei 2017

    Print       Email

Para atlet difabel Grobogan sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Peparkab 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Even Pekan Paralympic Kabupaten (Peparkab) 2017 yang digelar Disporabudpar Grobogan kembali dilanjutkan pelaksanaannya, Kamis (11/5/2017). Ada tiga cabor yang di GOR Simpanglima, Purwodadi pada hari terakhir. Yakni, bulutangkis, tenis meja, dan bola voli.

Dari pantauan di lokasi, pelaksanaan pertandingan berlangsung seru. Meski memiliki keterbatasan fisik, namun para atlet tetap berupaya keras untuk menjadi yang terbaik. Beberapa atlet bahkan sempat jatuh bangun saat bertanding di cabor bulutangkis.

“Para peserta memang sangat bersemangat mengikuti even Peparkab. Soalnya, ini merupakan salah satu kesempatan bagi penyandang difabel untuk mengukir prestasi,” kata Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar saat ditemui di GOR.

Menurut Sunar, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Disporabudpar Grobogan untuk menggelar even olah raga bagi penyandang difabel. Sebab, tidak semua kabupaten sudah pernah menggelar even Peparkab. “Untuk kabupaten Grobogan sudah dua kali menggelar Peparkab. Even perdana dilangsungkan tahun 2016,” imbuhnya.

Ajang Peparkab ini sudah dimulai pada Selasa (10/5/2017). Pada hari pertama, ada dua cabor yang dipertandingkan. Yakni, atletik dan catur yang pelaksanaannya ditempatkan di Stadion Krida Bhakti. Ajang olahraga bagi penyandang difabel itu dibuka Wakil Ketua National Paralympic Committee (NPC) Jawa Tengah Suwarno. Sedikitnya, ada 132 penyandang difabel yang ikut even Peparkab tersebut.

“Jadwal Peparkab kali ini tidak bisa dilakukan berurutan waktunya. Soalnya, hari Rabu kemarin, GOR dipakai untuk agenda lain. Jadi pelaksanaan hari kedua atau terakhir ada jeda waktu sehari dari hari pertama,” jelas Kasi Pembinaan Olahraga  Disporabudpar Grobogan Eko Priyono.

Menurut Eko, melalui ajang Peparkab nanti diharapkan bisa menghasilkan bibit andal di kalangan penyandang difabel. Di sisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlet difabel yang ada di Grobogan.

Pelaksanaan Peparkab nanti juga dijadikan ajang persiapan untuk menghadapi even pekan paralympic pelajar nasional (Peparpenas). Rencananya, Peparpenas akan dilangsungkan di Semarang bulan Oktober mendatang.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →