Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Cermati, Ada yang Salah dari Perda soal Lambang Kudus



   /  @ 13:38:50  /  11 Mei 2017

    Print       Email

Sejarawan Kudus Edy Supratno saat memaparkan keterangannya di Diskusi Kritik Logo Kabupaten Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Lambang sebuah daerah atau kabupaten, adalah lambang resmi yang merepresentasikan sebuah daerah itu sendiri. Diambil dari sejarah dan filosofi daerah, dan menjadi ciri khas daerah tersebut.

Kabupaten Kudus juga memiliki lambang yang digunakan di berbagai lokasi dan logo resmi. Semuanya sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 1969. “Namun, ada beberapa hal yang ternyata berbeda antara isi dari perda itu, dengan lambang yang beredar selama ini” kata sejarawan Kudus Edy Supratno.

Itu disampaikannya dalam Diskusi Kritik Logo Kabupaten Kudus, yang diselenggarakan PWI Kabupaten Kudus, Kamis (11/5/2017). Menurut dia, ada beberapa contoh yang disampaikan Edy, terkait perbedaan tersebut. Misalnya saja dalam perda disebutkan jika ada gambar lilin di dalam lambang itu. Padahal, jika dicermati dengan baik, tidak ada gambar lilin sama sekali.

“Terus terang saya penasaran ketika mengetahui jika dalam perda disebutkan ada kata lilin. Saya kemudian mencari di gambar lambang Kudus itu. Dan sama sekali tidak saya temukan gambar lilin sebagaimana disebutkan dalam perda,” terangnya.

Edy yang masih penasaran, kemudian mencoba mencermati lagi apakah ada gambar lilin sebagaimana dalam perda itu. Usai mencocokkan sana-sini, Edy menemukan satu kata yang sepintas senada dengan kata lilin yang ada dalam perda.

“Saya yakin bahwa ada salah ketik dalam perda itu. Mungkin yang dimaksud adalah kata “pilin”, dan bukan “lilin”. Karena dalam lambang itu, ada gambar tali yang dipilin-pilin. Makanya saya kemudian mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud adalah kata “pilin”,” katanya.

Setidaknya ada beberapa kesalahan antara ketentuan dalam perda, dan gambar lambang yang beredar selama ini. Seperti pada warna, bentuk, tulisan, dan jumlah. Contoh dalam hal jumlah, adalah jumlah kapas yang ada dalam lambang, dengan yang ada di perda.

Dalam perda disebutkan, jumlah kapas adalah 8. Sedangkan dalam beberapa lambang yang dipakai sekarang, ada yang jumlahnya 8 atau 9. “Berbeda-beda jumlahnya. Sehingga ini perbedaan lain yang kita temukan,” tambah Edy.

Kegiatan bedah lambang Kudus itu sendiri, diikuti rekan-rekan wartawan yang ada di Kudus. Juga terlihat hadir anggota DPRD Kudus dari Partai Nasdem Muhtamat, dan aktivis perempuan Eni Mardiyanti.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Catatan yang Muncul dalam Evaluasi Penggunaan ADD 2017 di Grobogan

Selengkapnya →