Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pascapengumuman Kelulusan, Pencari Kartu Kuning di Grobogan Meningkat



Reporter:    /  @ 17:21:07  /  10 Mei 2017

    Print       Email

Sejumlah pencari kartu kuning sedang antre di depan loket Kantor Disnakertrans Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan terlihat cukup ramai orang dalam beberapa hari terakhir. Setiap hari ada puluhan orang yang datang ke kantor di Jalan DR Sutomo Purwodadi tersebut. Sebagian besar mereka ini bertujuan mencari kartu pencari kerja atau yang lebih dikenal dengan istilah kartu kuning.

“Dalam beberapa hari terakhir, pencari kartu kuning memang ada kenaikan. Tepatnya, setelah pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK,” jelas Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Hadi Purmiyanto, Rabu (10/5/2017).

Menurutnya, pencari kerja yang dihitung berdasarkan kepengurusan kartu AK 1 berkisar 150 orang per hari. Sebelumnya, pencari kartu kuning sekitar 20 hingga 50 orang per hari. “Setiap selesai kelulusan biasanya memang banyak yang cari kartu kuning. Permintaan kartu kuning paling ramai nanti pasca lebaran,” katanya.

Dikatakan, pada kondisi setelah lulus sekolah, khususnya SMA, biasanya banyak calon pekerja baru yang diajak bekerja kerabat atau temannya. Oleh sebab itu, mereka ini diminta mengurus kartu kuning dulu sebagai salah satu persyaratan melamar pekerjaan. Kebanyakan, mereka ini akan diajak bekerja di luar kota atau bahkan luar Jawa sehingga diminta melengkapi semua dokumen yang diperlukan agar tidak bolak-balik. 

Hadi menambahkan, naiknya permintaan kartu kuning juga disebabkan adanya beberapa perusahaan di Grobogan atau di luar kota yang  membutuhkan tambahan karyawan baru. “Saya dapat info dari saudara kalau ada pabrik baru yang butuh karyawan setelah lebaran. Tetapi saya diminta memasukkan surat lamarannya lebih dulu,” cetus Yoga Prasetyo, salah seorang warga yang sedang mengurus kartu kuning.  

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →