Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Tak Bisa Lunasi Utang di Bank, Rumah Milik Warga Rembang Disita



Reporter:    /  @ 17:10:21  /  10 Mei 2017

    Print       Email

Proses eksekusi rumah milik salah satu warga Kelurahan Pacar, Kecamatan Rembang, mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian dan TNI. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Satu unit rumah yang berada di Kelurahan Pacar RT 2 RW 2 Kecamatan Rembang, disita oleh Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Rabu (10/5/2017). Pasalnya, lahan dan bangunan rumah permanen seluas 166 meter persegi yang selama ini dibuat tempat usaha kafe oleh Agus Prastya itu, telah dilelang oleh pihak ketiga dan telah menjadi hak milik orang lain pemenang lelang atas rumah tersebut.

Puluhan polisi dan TNI melakukan pengawalan atas eksekusi rumah tersebut. Tampak tak ada perlawanan dari pemilik rumah dengan adanya eksekusi yang dilakukan tim dan juru sita pengadilan.

Dari informasi yang didapat, aset yang disita tersebut masih atas nama Ahmad Jaswadi, yang merupakan ayah dari Agus Prastya. Rumah tersebut, digunakan sebagai jaminan bank ketika Agus mengambil pinjaman di bank tersebut.

Dalam perjalanannya, yang bersangkutan tidak bisa membayar angusuran, dari uang yang dipinjam dari bank sebesar Rp 249 juta, sehingga menunggak. Selanjutnya, setelah dilakukan beberapa tahapan, pihak bank akhirnya melelang rumah tersebut dan dimenangkan oleh Isnen Sugito (38) warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Rembang.

Juru sita Pengadilan Negeri Rembang Dwi Jatmiko mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menggelar mediasi antara pemohon dan termohon eksekusi.

“Namun mediasi itu belum membuahkan hasil. Berhubung  dasar hukumnya sudah jelas, maka bangunan dan tanah jatuh ke tangan pemenang lelang dan eksekusi itu dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, pengacara pemenang lelang, Riyanta menjelaskan, selama mediasi, kliennya tetap menginginkan eksekusi dilaksanakan.

Agus Prastya, anak dari pemilik rumah mengatakan, pihaknya mengaku pasrah dan tidak melakukan perlawanan.”Saya hanya ingin memfoto sebagai kenang-kenangan saja. Sebab ini sudah menjadi milik orang lain,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemerintah Desa Tlogitirto Grobogan Masukkan Program Droping Air Lewat APBDes

Selengkapnya →