Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Melihat Perjuangan Guru Privat di Dekat Lokalisasi Dorokandang Rembang



Reporter:    /  @ 15:09:16  /  10 Mei 2017

    Print       Email

Anak-anak sedang mengikuti les privat di rumah Ria Sanjaya di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bagi Ria Sanjaya (23), pendidikan adalah segalanya. Dengan pendidikan yang baik, seseorang bisa semakin berilmu. Melalui pendidikan yang baik, seseorang bisa semakin berpikir kritis dan berdampak positif bagi orang lain. Melalui pendidikan, seseorang bisa mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Melalui pendidikan pula, seseorang bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Semangat itulah, yang kemudian membuat gadis asal Desa Dorokandang RT 12 RW 5 Kecamatan Lasem, Rembang, mencurahkan sebagian waktunya untuk mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan.Karena baginya, pendidikan adalah sangat penting.

Ia rela membagi waktu untuk anak-anak di sekitar kampungnya untuk memberikan les privat, dengan bayaran seikhlasnya atau suka rela. Ia tak mematok berapa biaya yang harus dibayar oleh orang tua yang anaknya ikut les privat.

“Seikhlasnya. Semampu mereka, kalau tidak punya ya tidak apa-apa. Yang penting saya bisa memberi apa yang saya punya, dalam hal ini ilmu. Saya buka les privat di rumah, dan yang ikut mulai dari anak-anak TK hingga SD,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Biasanya, Ria membuka les privat mulai Senin hingga Jumat. Yakni, mulai pukul 15.00-21.00 WIB. Untuk anak-anak TK pukul 15.00-16.00 WIB, dan untuk anak SD mulai pukul 16.00-21.00 WIB.

Saat ini, katanya, yang ikut les privat di rumahnya ada sebanyak 15 anak. Mereka adalah anak-anak kampung sekitar, yang nota bene, sangat dekat dengan area lokalisasi Dorokandang, yang dalam waktu dekat rencananya akan ditutup oleh pemerintah daerah setempat.

Gadis yang masih duduk di semester akhir di Universitas Terbuka (UT) jurusan PGSD ini juga menceritakan, bahwa aktivitasnya tersebut, sempat mendapatkan pertentangan dari orang tuanya. Sebab, dirinya tak pernah mematok harga untuk memberikan les pada anak-anak. Padahal, jika dikomersilkan, seharusnya bisa mendapatkan uang.

“Orang tua awalnya kurang setuju, karena anak-anak hanya bayar seikhlasnya. Padahal, listrik kan bayar. Namun, setelah saya berikan pemahaman, akhirnya orang tua pun lambat laun mengerti apa yang saya lakukan ini adalah untuk pengabdian di dunia pendidikan,” katanya.

Bukan hanya itu saja, awalnya juga sempat kurang fokus untuk memberikan les privat kepada anak-anak, karena masih ada tugas mengajar di SD Pancur. Namun, setelah dirinya mengundurkan diri pada 2016 lalu, kini dirinya bisa lebih memiliki waktu untuk memberikan les.

Di rumahnya, dirinya juga secara bertahap menyediakan perpustakaan mini yang bisa diakses anak-anak. Sehingga mereka tidak jenuh. Bukan hanya itu saja, Ria juga memiliki cara unik agar anak-anak anak menjadi betah. “Kalau mereka sudah jenuh, kadang saya memutarkan film edukasi, sehingga anak-anak bisa lebih santai dan bisa juga memetik pelajaran dari film tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jemaah Umrah di Pati Gelar Aksi Solidaritas Kedaulatan Palestina dan Yerusalem

Selengkapnya →