Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tak Hanya Jalan, Proyek Galian Kabel Optic di Grobogan juga Bongkar Trotoar



Reporter:    /  @ 23:30:23  /  9 Mei 2017

    Print       Email

Gundukan tanah dari proyek galian kabel optic menutupi ruas trotoar di jalan R Suprapto Purwodadi, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kondisi Kota Purwodadi dalam beberapa bulan terakhir tidak bisa terlihat bersih. Hal ini seiring adanya aktivitas proyek galian kabel optic yang berlangsung di sepanjang jalan R Suprapto.

Aktivitas proyek galian kabel di ruas jalan utama ini sudah berlangsung sekitar dua pekan. Titik penggalian tidak hanya pada bahu jalan saja, tetapi juga membongkar trotoar.

Dari pantauan di lapangan, sedikitnya ada tiga titik penggalian yang dikerjakan di tengah trotoar di sebelah barat jalan. Jarak antar titik penggalian sekitar 5 meter.

Dari tiga titik penggalian ini, dua titik berada di depan pertokoan. Sedangkan satu titik lagi di ujung pertigaan jalan menuju gang Soponyono I.

Adanya penggalian di atas trotoar sempat dikeluhkan para pejalan kaki yang lewat. Soalnya, gundukan tanah bekas galian diletakkan di pinggiran lubang hingga menutup ruas trotoar.

“Harusnya, tanah bekas galian ini dimasukkan dalam karung biar tidak berceceran. Kalau seperti ini agak mengganggu pejalan kaki,” katas Fitri, salah seorang pejalan kaki yang lewat di ruas trotoar itu, Selasa (9/5/2017).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono dikonfirmasi menyatakan, pihaknya bakal segera memanggil pihak rekanan yang melakukan pekerjaan panggalian kabel optic di ruas jalan R Suprapto Purwodadi. Sebab, rekanan dinilai tidak mematuhi kesepakatan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Menurutnya, terkait aktivitas proyek galian itu, rekanan diminta tidak melakukan penggalian sekaligus di banyak titik. Tetapi, melakukan penggalian di beberapa titik dalam tiap ruas 100 meter. Setelah selesai, baru dilanjutkan pada 100 meter berikutnya.

Kemudian, rekanan juga diminta memasukkan tanah galian pada karung. Hal ini guna menghindari tanah galian berceceran ke jalan raya dan bisa membahayakan pengguna jalan. Tanah dalam karung juga diminta dibersihkan pihak rekanan setelah pekerjaan selesai.

Satu hal lagi, pihak rekanan juga diminta untuk menutup bekas galian dengan aspal kembali. Tidak hanya sekedar ditutup lagi dengan tanah dan diatasnya ditimbun batu. Untuk pengaspalan nanti akan dikerjakan petugas dari Dinas PUPR.

“Pihak rekanan sudah menyepakati poin-poin tadi. Kalau mereka tidak melaksanakan nanti kita minta Satpol PP untuk bertindak,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemerintah Desa Tlogitirto Grobogan Masukkan Program Droping Air Lewat APBDes

Selengkapnya →