Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Lokalisasi di Dorokandang Bakal Ditutup, Ini Solusi yang Ditawarkan Pemkab Rembang



Reporter:    /  @ 11:30:30  /  9 Mei 2017

    Print       Email

Bupati Rembang Abdul Hadidz dan Wakilnya Bayu Andriyanto saat menggelar acara Jagong Gayeng di Alun- alun Lasem beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memastikan lokalisasi terselubung yang berada di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem akan ditutup pada 27 Juni 2017 mendatang.

Sebelum penutupan dilakukan, berbagai langkah telah diambil. Di antaranya, pada 24 Februari lalu, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Lasem terjun ke bawah, untuk meminta mucikari dan PSK berhenti dari pekerjaannya.

Ketika itu, mucikari maupun PSK meminta waktu hingga lima bulan untuk menghentikan kegiatan prostitusi. Tanggal 26 Februari, Forkopimcam kembali menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengadakan kegiatan siraman rohani di tempat lokalisasi. Kegiatan tersebut, juga dilakukan secara rutin setiap 15 hari atau 2 pekan sekali menyesuaikan waktunya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz seusai kegiatan Jagong Gayeng di Kecamatan Lasem beberapa waktu lalu mengatakan, selain menutup lokalisasi pemkab akan memberikan solusi kepada mucikari maupun PSK. Solusi yang ditawarkan salah satunya dalam bentuk memberikan pelatihan atau pinjaman modal usaha.

Dari data yang ada, di Dorokandang tercatat ada sekitar 53 PSK dan 14 mucikari. Rata-rata PSK tersebut juga berasal dari luar Rembang.”Pemerintah tidak akan diam saja dengan nasib mereka. Dengan adanya pinjaman modal, mereka bisa menjalankan usaha lain. Sehingga, nantinya mereka bisa menata hidupnya dengan bijak,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto terkait tindak lanjut penutupan lokalisasi di Dorokandang. Tim diminta segera melangkah, termasuk memberikan sejumlah fasilitas sesuai kebutuhan.”Dengan begitu, nantinya eks mucikari maupun PSK bisa hidup dengan baik. Dan bisa beralih pekerjaan yang layak,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →