Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Staf Khusus Jusuf Kalla Kunjungi Pati Bahas Nasib Harga Ketela



Reporter:    /  @ 16:50:34  /  8 Mei 2017

    Print       Email

Staf khusus Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat mengikuti panen raya kelompok Tani Subur Desa Kuryokalangan, Gabus, Pati, Senin (8/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Staf khusus Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Machiko Nachi mengunjungi Kabupaten Pati, Senin (8/5/2017). Kunjungan Machiko, salah satunya untuk membahas nasib harga ketela yang anjlok.

Menurutnya, harga ketela yang anjlok disebabkan pemerintah yang mengimpor ketela dalam jumlah yang besar. Kebijakan pemerintah untuk mengimpor ketela bukan tanpa sebab, tetapi mendasarkan pada spesifikasi ketela lokal yang tidak sesuai dengan permintaan industri.

Karena itu, dia menyarankan kepada para petani ketela di Pati yang sempat mengeluh karena harga ketela anjlok, untuk meningkatkan kualitas ketela agar sesuai dengan spesifikasi industri. Dengan begitu, tidak ada lagi impor singkong di Indonesia.

“Pusat penghasil singkong di Indonesia tidak diimbangi dengan penanaman dan pengolahan yang benar. Dampaknya, banyak singkong lokal yang ditolak industri. Lagi-lagi persoalan spesifikasi yang tidak sesuai dengan harapan industri ketela,” ucap Machiko.

Ke depan, Machiko yang merupakan Sekretaris Pembina Masyarakat Singkong Indonesia itu, rencananya akan membuat kegiatan pembinaan petani singkong. Tujuannya, petani singkong di Pati bisa mengetahui cara menanam sampai panen singkong berkualitas tinggi.

Saat ini, Indonesia masih melakukan impor 2,5 juta ton ketela dari luar negeri. Bila hal itu bisa disinergikan semua pihak, dia yakin tidak ada impor lagi. Terlebih, nasib petani sedikit banyak dipermainkan tengkulak.

Kondisi itu yang menurutnya juga harus diperangi bersama. Jika tidak, petani dinilai akan menderita, sedangkan tengkulak bisa memetik buah manis dari penderitaan petani.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menuturkan, Pati merupakan satu di antara daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia. Sedikitnya ada 500 home industri dan pelaku usaha UMKM berbasis singkong di Pati.

Dia berharap, kehadiran Machiko di Pati bisa membawa angin segar bagi perkembangan industri ketela di Kabupaten Pati dan Indonesia. Haryanto tidak ingin anjloknya harga ketela yang berlarut-larut menumbangkan para petani singkong di Pati.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →