Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Harga Jual Garam di Jepara Melambung



Reporter:    /  @ 14:07:14  /  8 Mei 2017

    Print       Email

Khamsani (45) sedang mempersiapkan lahan garam miliknya untuk berproduksi garam, Senin (8/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Produksi garam di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Jepara, terpaksa mundur, karena hujan yang masih mengguyur belakangan ini. Hal ini, mengakibatkan harga komoditas tersebut melambung hingga Rp 200 ribu, per kuintal. 

Seorang petani garam Khamsani (45) berujar, produksi garam memang mengalami keterlambatan. Faktor alam, menurutnya menjadi penyebab utama. 

“Ya mundur produksinya, wong masih ada hujan, seperti tempo hari,” ujarnya, di sela mempersiapkan lahan garam miliknya, Senin (8/5/2017).

Menurutnya, pada bulan yang sama tahun lalu, dirinya sudah bisa memanen garam. Namun tahun ini tidak. Persiapan lahan garam pun masih menunggu panas matahari benar-benar tak terganggu hujan. 

Kondisi ini menurutnya dialami semua petani garam di wilayah itu. Ia sendiri sudah pernah mencoba menggenangkan air laut di lahannya, namun gagal karena tiba-tiba hujan mengguyur.”Kalau sudah kena air hujan, ya gagal, tidak bisa diteruskan. Harus mengeringkan lahan lagi baru kemudian diisi air laut,” tutur dia. 

Dirinya berharap, agar cuaca semakin stabil, sehingga dirinya bisa mulai berproduksi. Proses produksi garam memerlukan waktu mulai dari lima sampai sepuluh hari. Hal itu bergantung pada media yang digunakan.

“Kalau pakai deklit (plastik hitam) yang dipakai sebagai alas, butuh waktu sekitar 5 hari. Namun kalau beralas tanah ya 10 hari. Tetapi kalau kena air hujan ya harus memulai dari awal lagi,” imbuhnya. 

Petani lain Muslim (71) mengakui hal serupa. Dirinya memperkirakan, molornya produksi akan melambungkan harga garam. “Saat ini kosong semua stok garamnya. Hal ini tentu saja mengatrol harga garam, sebab bakul (pedagang) sudah mulai mencari tapi barangnya tidak ada,” jelasnya.

Menurut Muslim, selain Desa Tanggul Tlare, ada empat wilayah lain penghasil garam, yakni Panggung, Kalianyar, Bulak Baru dan Kedung. “Semua belum berproduksi, baru mempersiapkan lahan karena kemarin sempat hujan,” ujar warga Bulak Baru itu.  

Ia memperkirakan kisaran harga garam akan mencapai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per kuintal. Jika harga norma,l garam hanya berkisar Rp 30 ribu per kuintal. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →