Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

FK Metra Rembang Bakal Ikuti Festival Seni Tingkat Jateng di Kudus



Reporter:    /  @ 08:30:34  /  6 Mei 2017

    Print       Email

Para pengurus FK Metra sedang mengadakan rapat persiapan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Rembang, Jumat (5/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Rembang bakal mengikuti festival FK Metra tingkat Jawa Tengah babak penyisihan di GOR Wergu Wetan Kudus, Selasa (16/5/2017) mendatang.

Ketua FK Metra Rembang Sigit Ariyanto mengungkapkan, pihaknya nanti akan menampilkan ketoprak humor dalam festival tersebut. Nantinya kesenian ketoprak tersebut akan diselingi dengan guyonan. 

“Kita pilih ketoprak humor ini, karena mudah dimasukkan unsur- unsur pesan yang berkaitan dengan tema “Jateng Gayeng, Mboten Korupsi, Mboten Ngapusiā€. Selain itu, pesan tersebut akan lebih mudah tertancap di hati para penonton,” terangnya.

Kethoprak Humor tersebut akan melakonkan Roro Mendut dan Pronocitro yang merupakan cerita rakyat Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori .

Sementara itu, dalam lakon tersebut, menceritakan Roro Mendut anak dari Lurah Kuangsan lebih memilih Pronocitro yang memiliki sifat jujur daripada  Wiraguna yang lebih kaya dan punya jabatan namun memiliki sifat suka berbohong dan korupsi.

Dalam ketoprak humor tersebut, sesuai peraturan akan diikuti oleh 13 orang. Tujuh pemain dan enam pemain gamelan.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinhubkinfo) Kabupaten Rembang Andi Dimyanto melalui Nur Purnomo, Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik menjelaskan, di dalam festival tahunan itu Jawa Tengah dibagi menjadi tiga wilayah. Rembang masuk di wilayah Kudus. Dalam pementasan harus memenuhi aspek cerita, humor, irama, lagu, gerak tari dan pesan. 

“Durasi pementasan 30 menit diikuti oleh 13 orang. Kriteria penilaian itu meliputi penyampaian pesan, kesesuaian naskah cerita dan pagelaran, kreativitas atau keterampilan permainan dan kekompakan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →