Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Dalang Cilik Cannavaro Asal Grobogan Ternyata Sempat Dilarang Ayah, Lho!



Reporter:    /  @ 21:00:14  /  5 Mei 2017

    Print       Email

Dalang cilik berusia 8 tahun Ahmad Cannavaro Heriyanto saat tampil pendapa Pemerintah Kabupaten Grobogan, Kamis (4/5/2017) malam (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Memiliki kemampuan Ahmad Cannavaro Heriyanto menjadi dalang dalam usianya yang masih belia tidak pernah dibayangkan orang tuanya. Terutama dari Ledy Heriyanto, ayah Cannavaro.

Pada awalnya, Heriyanto sempat tidak setuju ketika anak keduanya itu menggeluti dunia wayang. Sebab, sejak semula, Heriyanto berharap agar Cannavaro nantinya bisa jadi pemain bola.

Makanya, dia sengaja memberikan nama tengah Cannavaro pada anaknya yang lahir pada 9 Februari 2009 itu. Sebab, dia berharap suatu saat nanti, anaknya bisa jadi pesepakbola andal seperti pemain idolanya Fabio Cannavaro.

“Anak saya ini malah tidak suka sama sekali dengan masalah sepak bola. Senangnya malah sama karawitan dan wayang kulit. Padahal, saya berharap dia bisa main bola kayak bapaknya,” kata Kepala Desa Bandungsari itu sembari tertawa.

Kesukaan Cannavaro terhadap wayang ternyata sudah semenjak umur 3 tahunan. Hal ini berawal ketika bocah ini minta dibelikan sebuah wayang kertas yang dijual pedagang keliling di acara pengajian.

Setelah sampai rumah, Cannavaro kemudian memainkan wayang tersebut di dinding rumah yang terbuat dari kayu. Dari sinilah, Cannavaro kemudian sering beli wayang dan dimainkan di rumah.

Lantaran dinilai cukup berbakat, Heriyanto akhirnya luluh dan mendukung kemauan Cannavaro. Agar kemampuannya lebih terarah, Heriyanto pun mengundang guru dalang privat. Yakni, dalang dan seniman Sri Danang Joyo yang kebetulan tinggalnya masih satu desa.

Sejauh ini, Cannavaro sudah pernah pentas jadi dalam beberapa kali. Seperti saat ada acara hajatan di Ngawen, Blora. Kemudian, pentas acara 17 Agustusan di Desa Tahunan, Kecamatan Gabus, Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan dan pernah sampai Karangawen, Demak.

Dalam pentas itu, Cannavaro memang tidak tampil jadi dalang utama lantaran usianya masih kecil. Tetapi jadi tampil sebagai selingan dalang utamanya.

“Cannavaro ini tampilnya selalu tengah malam. Yakni, selepas sesi goro-goro (guyonan). Karena kemampuan utamanya saat ini masih pada sesi sabetan atau perang. Selama ini, dia tampil maksimal hanya sekitar 2 jam saja,” kata Heriyanto.

Bakat yang dimiliki Cannavaro itu terkadang sempat bikin Heriyanto heran. Soalnya, dari garis keturunannya maupun pihak istri tidak ada yang jadi dalang. Anak pertamanya, Hera Oktaviani yang saat ini kelas I MTs di Pati juga tidak punya bakat dalam bidang seni.

Hanya saja, Heriyanto dan orang tuanya memang gemar dengan kesenian tradisional tersebut. Dimana, mereka sering melihat pagelaran wayang atau sekadar mendengarkan siaran dari radio.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →