Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ingin ke Luar Negeri Dalam Pertukaran Pelajar? Berikut Tipsnya



Reporter:    /  @ 16:07:05  /  5 Mei 2017

    Print       Email

Pelajar SMA saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Progam pertukaran pelajar yang dilaksanakan pemerintah pusat merupakan program tahunan. Praktis, masyarakat umum bisa mengikutinya.

Talitha Isnindya  Ramadanty (17), adalah di antara pelajar yang lolos dalam pertukaran pelajar. Siswa SMA 1 Kudus itu lolos seleksi dan bisa ikut pertukaran pelajar ke Jepang tahun ini.

Kepada MuriaNewsCom, gadis yang juga hafizah ini membeberkan tips agar bisa lolos seleksi.  “Yang pertama sebenarnya harus pede (percaya diri) terlebih dahulu. Jangan grogi meskipun saingan banyak. Meskipun waktu seleksi saya sempat ragu, namun akhirnya saya percaya diri,” kata Talitha di Kudus, kepada MuriaNewsCom.

Dengan percaya diri, lanjut dia, maka kemampuan akan muncul dan hasilnya juga bisa maksimal. Lain halnya jika akhirnya gugup, maka segala persiapan akan berantakan. Untuk itulah dia menyarankan agar calon peserta lebih percaya diri.

Selain itu, dia juga mewajibkan calon peserta agar aktif berbahasa Inggris. Itu syarat yang mutlak agar lolos, karena Bahasa Inggris  merupakan bahasa komunikasi selama proses tersebut. Itu merupakan syarat utama.

Dia juga menyarankan supaya calon peserta paham mengenai kelebihannya. Itulah yang akan ditonjolkan saat mengikuti seleksi wawancara, di mana akan digali potensi dan kemampuan tiap peserta.

“Yang terakhir jangan lupa ikuti olimpiade. Itu sangat membantu minimal mendapatkan informasi yang lebih awal. Dan jangan lupa berdoa dan mendapat izin orang tua,” ujarnya.

Disinggung mengenai keinginan dia kembali ke Jepang, dikatakan tidak lagi minat. Karena, dia ingin menjelajahi beberapa negara dan mengetahui mana yang baik, untuk dibidik menjadi sasarannya melanjutkan pendidikan. 

“Saya ingin kuliah di luar negeri. Dan Jepang bukanlah satu-satunya negara dengan pendidikan yang bagus. Bisa jadi ada negara-negara lain yang lebih bagus,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Punya IMB, Pemilik Kos di Kawasan Kampus UMK Dipanggil Satpol PP

Selengkapnya →