Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Sastrawan Triyanto Triwikromo: Menulis Perintah Tuhan



   /  @ 21:00:00  /  5 Mei 2017

    Print       Email

sastrawan kenamaan Triyanto Triwikromo. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Ayat yang diturunkan pertama kali kepada Rasulullah SAW, adalah Iqra yang berarti cacalah. Perintah membaca dalam ayat itu, memiliki makna teologis yang perlu dipahami secara lebih mendalam. Sebab, ada makna lain di balik perintah membaca, yaitu menulis.

Itulah yang disampaikan sastrawan kenamaan Triyanto Triwikromo dalam Kuliah Tamu yang mengusung tema ”Kreatif Menulis Cerpen untuk Meningkatkan Budaya Literasi bagi Mahasiswa” yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (4/5/2017).

Kuliah  tamu yang digelar di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat, ini diikuti oleh ratusan peserta, yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta sekolah-sekolah di Kabupaten Kudus. Nampak pula penulis-penulis seperti Saliem N.M., Priyo, dan Farid (Kudus) serta Kartika Catur Pelita dan Syaiful Mustaqim (Jepara).

“Bacalah! Apa yang dibaca? Tentu saja tulisan. Karena itu di balik perintah membaca ada perintah lain, yaitu menulis,’’ kata sastrawan yang juga staf pengajar di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Menurutnya, menulis berarti melakukan tiga tindakan sekaligus, yaitu tindakan teologis, tindakan historis, dan tindakan filosofis. ‘’Karena itu, menulis adalah (aktivitas) yang sangat mulia. Aku menulis maka aku gaul,’’ jelasnya sembari tersenyum.

Dia menyampaikan, kerja utama seorang penulis adalah mengomunikasikan gagasannya. Manusia, selain produk Sang Khalik adalah produk budaya. Ia bukan makhluk otonom. Ia bisa menjadi apa pun. Tergantung situasi sosial yang melingkupi.

‘’Manusia juga produk gagasan dan ia akan memproduksi gagasan. Ia makhluk penuh ide. Ia makhluk dengan aneka tema. Ia makhluk multidimensi dengan kehidupan multidimensi juga. Ia makhluk yang ingin mengomunikasikan gagasan. Ia makhluk yang secara sosial hidup dari gagasan dan terus-menerus mengungkapkan gagasan,’’ ungkapnya.

Kuliah tamu itu pun menjadi lebih gayeng, saat Triyanto mengajak peserta untuk mencoba membuat narasi, dengan memberikan kata kunci terlebih dahulu. Setelah selesai, beberapa peserta membacakan hasil karyanya yang dibuat secara spontan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →