Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kabupaten Pati Penyuplai Beras Terbesar di Jawa Tengah



Reporter:    /  @ 10:10:01  /  5 Mei 2017

    Print       Email

Tim Pusterad Mabes TNI AD Kolonel Inf Sugiyono (kiri) bersama Bupati Pati Haryanto mengunjungi desa unggulan Kutoharjo, Kamis (4/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati ternyata menjadi salah satu daerah penyuplai beras terbesar di Jawa Tengah, setelah Klaten. Hal itu dikatakan Ketua Tim Penilai Lomba Pembinaan Teritorial (Binter) Nasional Kolonel Inf Sugiyono saat mengunjungi Pati, Kamis (4/5/2017).

“Pati merupakan penyuplai beras terbesar, setelah Kabupaten Klaten dengan asumsi hasil panen 413.000 ton beras. Kabupaten Pati juga memiliki surplus padi sebesar 235.000 ton beras,” ujar Kolonel Inf Sugiyono.

Kunjungan Kolonel Inf Sugiyono yang mewakili Tim Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Pusterad) Mabes TNI tersebut dalam rangka menilai lomba binter yang diikuti Kodim 0718/Pati. Dia mengaku terkesan dengan berbagai langkah Kodim 0718/Pati yang sudah melakukan pembinaan teritorial dengan baik.

Karena itu, pihaknya tidak heran bila Kodim 0718/Pati ditetapkan sebagai Kodim terbaik di tingkat Jawa Tengah dan peringkat ke-4 di tingkat nasional. Di bidang pertanian, Kodim 0718/Pati dinilai sangat berhasil mewujudkan program ketahanan pangan.

“Hari ini, kami melakukan panen padi dalam rangka lomba binter. Jenis padi yang dipanen merupakan varietas padi Inpari 32 HD dengan luas lahan satu hektare di Desa Kutoharjo. Ini yang dulu ditanam Gapoktan bersama Koramil 01/Pati,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, pemerintah daerah memang sejak awal mendukung program ketahanan pangan bersama anggota TNI AD. Hal itu sesuai dengan slogan “Pati Bumi Mina Tani” yang dapat menopang swasembada pangan nasional.

“Penanaman padi di Pati sekarang menggunakan alat modern dan tidak ditanam secara manual. Selain persoalan minimnya tenaga kerja pertanian, penggunaan alat modern diharapkan bisa mempercepat produksi pertanian sehingga ikut menopang program ketahanan pangan nasional,” tandas Haryanto.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →