Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ini Faktor Penyebab Terjadinya Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak yang Perlu Diketahui



Reporter:    /  @ 15:00:00  /  4 Mei 2017

    Print       Email

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbagai macam kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini sering muncul dalam berbagai pemberitaan media. Seperti penganiayaan, pelecehan hingga pemerkosaan terhadap anak-anak.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyatakan, pelaku kekerasan terhadap anak sebagian besar dilakukan oleh orang dekat korban. Mulai dari orang tua, saudara, dan tetangga.

Menurut Arist, kekerangan seksual pada anak terjadi karena banyak faktor. Faktor pertama adalah ada anak yang berpotensi menjadi korban kekerasan.

Faktor berikutnya adalah ada anak atau orang dewasa yang berpotensi menjadi pelaku kekerasan. Hal ini bisa terjadi akibat pengaruh atau meniru perilaku dari orang tua, tayangan televisi, dan film.

“Faktor lainnya adalah adanya peluang atau kesempatan melakukan kekerasan. Kondisi ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan dan perlindungan orang dewasa terhadap anak-anak,” cetus Arist saat acara seminar Cegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Anak di pendapa Kabupaten Grobogan, Kamis (4/5/2017).

Arist mengatakan, faktor lainnya adalah adanya interaksi dari korban dan pelaku yang bisa jadi pencetus terjadinya kekerasan seksual. Misalnya, anak yang sering dipeluk, dipangku, dan dicium tetapi tidak berani menolak.

Mudahnya situs dewasa yang bisa diakses juga dinilai menjadi penyebab peningkatan pelaku kejahatan pada anak. Menurut Arist, sekitar 38 persen pelaku kejahatan pada anak terinspirasi dari situs dewasa yang sempat ditonton sebelumnya.

Terkait dengan kondisi itu, Ia meminta berbagai elemen masyarakat bersama-sama memutus mata rantai kejahatan seksual. Antara lain dengan memberikan perlindungan anak di tingkat rumah, sekolah, desa, hingga kota.

“Risiko terjadi kejahatan seksual pada anak bisa terjadi di mana saja. Mulai dari rumah, sekolah hingga ruang publik. Karena itu kami mengedukasi para orang tua dan guru-guru untuk sama-sama memutus mata rantai kejahatan seksual. Salah satunya dengan cara meningkatkan pengawasan kepada anak-anak,” jelas pria yang lahir pada tanggal 17 Agustus 1960 itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

BERITA PILIHAN SEPEKAN : Mobilio Tergilas Kontainer sampai Polisi Nyamar Hanya Demi Tangkap Penghina Presiden dan Agama

Selengkapnya →