Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Jelang Puasa, Pemesan Mahar Pernikahan Meningkat



Reporter:    /  @ 17:00:45  /  4 Mei 2017

    Print       Email

Seorang warga memegang salah satu mahar pernikahan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pernikahan yang banyak dilakukan sejumlah pasangan pada bulan-bulan tertentu membawa berkah bagi pengusaha jasa mahar pernikahan. Dalam mendekati bulan pernikahan seperti sekarang ini, banyak pasangan yang berbondong-bondong memesan jasa mahar.

Seperti halnya Heni Sugiarti (28) warga Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu. Usaha yang digelutinya itu cukup banyak membuahkan hasil. Terlebih saat sekarang ini bisa dikatakan kalau usahanya laris.

“Selama 2017 ini hingga bulan lalu ada 20 pemesan lebih. Kemungkinan bisa bertambah lantaran biasanya ada juga yang memesan dengan waktu yang mendadak,” kata Heni ditemui di Kudus, Kamis (4/5/2017).

Menurut dia, dalam momen menjelang puasa semacam ini, pihaknya sudah mulai dipenuhi orderan karena memang banyak yang mau menikah. Belum lagi usai Lebaran Idul Fitri, yang biasanya orderan juga berdatangan hingga lebaran Idul Adha tiba.

Karena banyaknya yang memesan, dia menyarankan agar memesan sebulan sebelum pernikahan. Itu terkait, dengan modelnya yang biasanya cukup sulit dan juga butuh bahan yang sukar dicari. Selain itu, pihaknya juga mengutamakan kualitas dalam menyelesaikannya.

Dikatakan, kalau soal harga bervariasi tergantung model dan bentuk. Namun  Jika bentuk biasa dan 2D, dipatok Rp 250 ribu, namun untuk 3D bisa Rp 300 ribu lebih dan untuk 4D bisa sampai Rp 500 ribu. Semuanya dapat berubah tergantung ukuran dan bentuk.

“Biasanya saya mempromosikan lewat media sosial. Seperti Facebook dan Instagram. Namun yang paling banyak adalah dari mulut ke mulut,” ungkap dia.

Diceritakan, kegemarannya dalam menyusun uang menjadi mahar berasal dari otodidak. Waktu itu di 2014, dia mendapat pesanan membuat mahar dari tetangganya. Saat itu dia nekat membuatnya dan malahan disukai tetangganya. Tak lama setelah itu mulai ada lagi yang memesan kepadanya.

Kemudian pada 2015, dia mulai menekuni dengan cara otodidak pula. Model demi model dicobanya. Semakin membuat model, pihaknya mengaku makin senang. Bahkan ketika makin rumit modelnya malah membuatnya merasa tertantang untuk menaklukkanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →