Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Menguak Hubungan Pati dan Majapahit



Reporter:    /  @ 18:04:49  /  1 Mei 2017

    Print       Email

Kompleks Taman Pendapa Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati disebut-sebut punya hubungan “darah” dengan Kerajaan Majapahit. Hal itu diungkapkan sejumlah pegiat sejarah yang tergabung dalam Tim Rekonstruksi Sejarah Pati, Senin (1/5/2017).

Susilo Tomo mengungkapkan, ada istilah Ken Satpada yang merujuk pada seorang putri bangsawan Majapahit tercatat dalam Suluk Wujil karya Sunan Bonang. Sementara di Serat Walisono menyebutkan adanya Menak Sembunyi dengan sebutan Satmuda.

Sunan Giri sendiri disebut Prabu Satmata. “Ken Satpada yang dimaksud dalam Suluk Wujil itu siapa? Ken itu perempuan atau nyai. Kalau ada nyai, pasti ada Ki. Ada Ken Satpada pasti ada Satpada,” ucap Susilo.

Merujuk pada sebutan Ainul Yaqin pada Sunan Giri, Susilo mengaitkan dengan Mohammad Nurul Yaqin pada Sunan Ngerang. Ki Ageng Ngerang disebut punya keterkaitan dengan Dinasti Kedaton Wetan Majapahit atau Blambangan.

“Prabu Menak Sembuyu (Satmuda), Raja Kedaton Wetan Majapahit. Trah Bhre Wirabhumi, putra Hayam Wuruk, pewaris sah dari Wangsa Girinata atau Wangsa Rajasa, dinasti raja-raja Singasari dan Majapahit,” tutur Susilo.

Satpada, suami Ken Satpada yang merupakan Ki Ageng Ngerang yang bernama Mohammad Nurul Yaqin inilah yang menurunkan para penguasa di Pati. Mereka adalah Abdullah Nurul Yaqin, Ali Nurul Yaqin (Sunan Pati), Umar Nurul Yaqin (Ki Penjawi), dan Siddieq Nurul Yaqin (Wasis Jayakusuma).

“Nurul Yaqin bersaudara dengan Ainul Yaqin. Keduanya sama-sama Menak Sembuyu, dalam Serat Walisana disebut Satmuda. Artinya, Ki Ageng Ngerang sebagai moyang para penguasa di Pati adalah trah raja-raja Singasari dan Majapahit dari Wangsa Girinata atau Rajasa, jalur Blambangan,” imbuhnya.

Hal itu ditegaskan Sugiono. Penguasa Pati merupakan persilangan dari trah Ngerang dan Bralit. Bralit diambil dari bray dan alit. Sebutan bray itu merujuk pada Majapahit dari Ranawijaya.

Pati mengalami masa keemasan pada masa kekuasaan Wasis Jayakusuma. Dengan senopati agungnya, Raden Sukmayana yang makamnya diduga di Dukuh Siman, Desa Tambahsari, Kecamatan Pati, Pati melebarkan kekuasaan hingga menaklukkan Madiun dan melepaskan diri dari Pajang yang dipimpin Joko Tingkir.

“Kami sudah menelusuri jejak Makam Senopati Agung Pati, Raden Sukmoyono di Dukuh Siman. Penduduk setempat mengenalnya dengan sebutan Mbah Soko. Sejarah ini tidak banyak dijumpai dalam literasi teks mainstream yang selama ini dipercaya masyarakat,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →