Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Peringati Hari Buruh, Aktivis Suarakan Upah Sesuai UMK di Kudus



Reporter:    /  @ 14:02:05  /  1 Mei 2017

    Print       Email

Buruh melakukan aksi di depan kantor Pemkab Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah kalangan mulai dari LSM, SPSI, serta PRD, menyambut Hari Buruh pada 1 Mei. Yang kali ini jatuh pada Senin (1/5/2017). Mereka merayakannya dengan menggelar aksi di depan pendapa Pemkab Kudus sekitar pukul 10.00 WIB.

Selamet Machmudi, dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), mengatakan upah layak menjadi kebutuhan dasar kaum buruh beserta keluarganya. Upah Minimum Kabupaten (UMK) hanyalah jaring pengaman bagi buruh yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun.

“Formulasi UMK diperuntukkan bagi buruh berstatus lajang. Realitanya, justru UMK seringkali menjadi upah maksimal yang diberikan pengusaha kepada buruh. Jadi UMK bukanlah standar,” katanya saat orasi.

Menurutnya, seperti namanya, UMK merupakan upah minimum. Jadi bukan menjadi upah maksimal yang diberikan perusahaan. Dikatakan, pada PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.  Yakni mewajibkan pengusaha melaksanakan skala dan struktur upah. Bagi buruh yang memiliki masa kerja di atas 1 tahun berhak mendapatkan upah di atas ketentuan UMK.

Pelaksanaan skala dan struktur upah mendasarkan pada golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan kompetensi buruh. “Sayangnya sekarang masih banyak dijumpai pembayaran di bawah UMK, jadi sangat ironis sekali nasib para buruh,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini penerapan struktur dan skala upah belum dirasakan oleh kaum buruh. Banyak pengusaha yang masih melakukan diskriminasi upah terhadap para buruh.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Identitas Pemotor Tewas pada Kecelakaan di Jalan Inspeksi Bendung Klambu Grobogan 

Selengkapnya →