Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tradisi Makan Bareng Usai Jumatan di Salah Satu Masjid di Grobogan Ini Menarik



Reporter:    /  @ 15:26:00  /  28 April 2017

    Print       Email

Sejumlah warga makan bersama di serambi usai salat Jumat di Masjid Asy Syamiri Lathifah, Grobogan, Jumat. (28/4/2017) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana pelataran Masjid Asy Syamiri Lathifah terlihat ramai, seusai salat Jumat. Hal ini seiring adanya pembagian nasi dus yang dilakukan takmir masjid yang berada di Kampung Jetis, Kelurahan Purwodadi tersebut.

Hampir jemaah yang keluar masjid mendapat jatah nasi dus. Sebagian ada yang dibawa pulang. Namun, banyak pula jemaah yang memilih menyantap bareng nasi dus di serambi masjid. Nasi dus yang diberikan buat jemaah tersebut sebelumnya sudah disiapkan dalam sebuah mobil yang diparkir di halaman masjid.

“Mereka yang makan bareng di sini, kebanyakan jemaah yang tidak tinggal di sekitar masjid. Yakni, orang yang dalam perjalanan maupun anak sekolah. Kalau jemaah dari warga sekitar, nasi dusnya biasanya dibawa pulang,” kata Supriyanto, salah satu takmir masjid tersebut, Jumat (28/4/2017).

Masjid yang didirikan di atas lahan seluas 650 meter persegi itu mulai dibangun awal tahun 2015 lalu. Kemudian, peresmiannya dilangsungkan pada hari Jumat (6/11/2015) oleh Bambang Pudjiono, Bupati Grobogan saat itu. Usai diresmikan, siang harinya langsung dipakai untuk salat jumat.

Pembangunan masjid dengan corak timur tengah itu menghabiskan dana sekitar Rp 900 juta. Selain swadaya masyarakat, sebagian dana pembangunan masjid berasal dari bantuan Pemerintah Arab Saudi melalui Yayasan Makkah Al Mukaromah.

Menurut Supriyanto, tradisi pembagian nasi dus dan makan bareng sudah dilakukan sejak awal berdirinya masjid tersebut. Awalnya, hanya disediakan sekitar 100 dus. Kemudian, meningkat hingga 300 dus lantaran jemaahnya terus bertambah.

“Rencananya, nasi dus akan kita tambah lagi. Soalnya, kita lihat masih ada sebagian jamaah yang tidak kebagian,” jelasnya.

Selain nasi dus, di serambi masjid itu juga disediakan minuman yang ditempatkan dalam kulkas. Setiap hari, isinya selalu penuh dan jamaah bebas mengambil air minum dalam kemasan gelas plastik.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →