Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

KKN di Pati, Ratusan Mahasiswa STAIN Kudus Diminta Ikut Kembangkan Potensi Lokal



Reporter:    /  @ 17:00:58  /  27 April 2017

    Print       Email

Penerimaan mahasiswa KKN STAIN Kudus di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (27/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 517 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Pati, Kamis (27/4/2017). Mereka ditempatkan di dua kecamatan, yakni Batangan dan Jaken.

Kedua kecamatan tersebut dianggap perlu mendapatkan pemberdayaan mahasiswa, baik dari aspek sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA). Karena itu, mereka diminta ikut mengembangkan potensi lokal di desa tujuan KKN.

“Kami berharap, nanti ada potensi desa yang bisa diangkat. Nanti akan diadakan ekspo sebelum Ramadan. Harapannya, potensi apa yang ada di desa bisa digali dan dikembangkan untuk kemandirian desa supaya maju,” ujar Bupati Pati Haryanto.

Selain itu, mahasiswa diminta ikut membantu administrasi desa, serta melakukan penyuluhan dan pembinaan desa. Pasalnya, pembinaan dinilai bisa menjadi bekal bagi masyarakat secara berkelanjutan.

“Pembinaan sangat penting supaya menjadi bekal bagi masyarakat secara kontinyu. Jadi, bukan hanya kegiatan fisik saja, tetapi bisa meninggalkan sesuatu yang bisa dipakai warga, baik itu pengetahuan, pengalaman atau keterampilan,” tambah Haryanto.

Sementara itu, Wakil Ketua I Rektor STAIN Kudus Saekan Muchith mengaku senang karena mahasiswanya bisa diterima langsung Bupati Pati. Sebab, tahun lalu, Bupati belum bisa menerima dan memberikan pengarahan secara langsung kepada mahasiswa.

“KKN sudah menjadi kewajiban bagi setiap mahasiswa yang sudah menyelesaikan mata kuliahnya. KKN menjadi cara bagi mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat secara langsung, bagaimana keberadaannya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Saekan.

Annisa Nailal Husna, mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) menuturkan, dia bersama teman-temannya akan mengabdi di Desa Kebonturi, Kecamatan Jaken selama 40 hari. Saat ini, kelompoknya tidur di Balai Desa Kebonturi.

“Aku tidurnya di balai desa. Pak kadesnya baik. Baru semalem di sini. Sejumlah program sudah kami rencanakan, baik berupa pemberdayaan maupun kegiatan fisik,” tandas Annisa.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →