Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pasca-Kecelakaan Maut di Puncak Bogor, Bus Wisata Peziarah di Kudus Dirazia



   /  @ 19:01:38  /  25 April 2017

    Print       Email

KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Sucipto saat memeriksa kelengkapan surat kendaraan salah satu bus wisata peziarah di  Ringroad Utara Singocandi, Kudus, Selasa (25/4/2017). (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepolisian Resor Kudus melakukan razia bus yang melintas di jalur wisata makam Sunan Muria dan makam Sunan Kudus di Ringroad Utara Singocandi, Kudus, Selasa (25/4/2017) sore. Hal itu dilakukan sebagai bentuk reaksi setelah kecelakaan tabrakan beruntun yang menewaskan empat orang dan enam orang terluka, di Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Bogor, Sabtu (24/4/2017).

Dalam razia tersebut, petugas mendapati sejumlah bus yang tidak layak jalan dan tak dilengkapi SIM maupun STNK. Polisi memberlakukan penilangan.

KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Sucipto di depan Mapolsek Kota mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dishub melakukan razia lalu lintas. Polisi memeriksa bus-bus pariwisata peziarah yang melintas. Yakni dengan melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan dan surat izin mengemudi (SIM).

“Kita juga kerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk memeriksa angkutan jalan. Kalau tidak layak, ya tidak boleh jalan, apalagi bus,” kata Sucipto.

Kegiatan juga merupakan lanjutan dari aksi serupa yang dilakukan Selasa pagi di Terminal Induk Jati dan Terminal Wisata Bakalan Krapyak bersama Dishub. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kenyaman kepada warga yang menggunakan angkutan umum sehingga dapat mengurangi angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Polisi juga mengingatkan kepada pengguna jalan agar mengutamakan keselamatan daripada kecepatan saat berkendara di jalan raya. Kepada polisi, salah satu pengemudi bus peziarah dari Subah Batang, Siswoyo, mengatakan, surat kendaraan telah dibawanya lengkap. “Tidak ada masalah surat-surat kendaraan,” kata Siswoyo saat dihentikan polisi.

Meski lolos dari polisi, tapi bus yang dikemudikan mendapat teguran Dishub. Kasi Sarana Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Wiyoto menegur Siswoyo karena tidak lengkapnya alat pemecah kaca darurat di busnya itu. Idealnya bus itu punya alat tersebut. “Awas kalau nanti ketemu lagi, bus harus sudah lengkap. Jangan remehkan hal-hal itu,” kata Wiyoto.

Wiyoto melihat jika kesadaran pengurus PO melengkapi bus dengan fasilitas bahaya darurat masih kurang. Dia mengimbau agar hal itu dilengkapi. Sebab kenyamanan penumpang harus diutamakan. Calon penumpang juga harus teliti saat menyewa bus. “Jangan mau kalau bus yang disewa tidak lengkap alat-alat atau fasilitas bahaya daruratnya,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →