Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Adopsi Anak Ternyata Tak Boleh Sembarangan, Ini Lho Aturannya



Reporter:    /  @ 14:01:50  /  25 April 2017

    Print       Email

Berbagai elemen masyarakat di Grobogan mengikuti acara Advokasi Pengasuhan Alternatif Anak di Pendapa Kabupaten Grobogan, Selasa (25/4/2017) (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Praktik mengadopsi anak sampai saat ini masih lazim ditemukan, termasuk di Grobogan. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang sejauh ini belum mengerti jika proses adopsi itu ada aturannya.

“Proses adopsi sudah diatur dalam undang-undang. Hal ini untuk menjamin hak dan kewajiban dari anak maupun orang tua angkat,” kata Kepala DP3AKB Grobogan Adi Djatmiko, saat membuka acara Advokasi Pengasuhan Alternatif Anak di Pendapa Kabupaten Grobogan, Selasa (25/4/2017).

Menurut Adi, proses adopsi anak yang telah diatur oleh pemerintah, mencakup persyaratan dan juga prosedur yang benar untuk menjamin hak-hak anak terlindungi. Tidak sembarangan orang diperbolehkan untuk mengadopsi anak.

Untuk mengajukan permohonan adopsi banyak persyaratan yang dibutuhkan. Seperti syarat administrasi berupa fotokopi identitas kependudukan dari pemohon, orang tua dan anak yang akan diadopsi.

Di samping itu, ada juga persyaratan lain yang ditentukan. Misalnya, asal usul anak yang akan diadopsi harus jelas. Kemudian, umur maksimal anak 18 tahun dan usia pemohon atau pengadopsi 55 tahun dan sudah menikah minimal 5 tahun.

Setelah persyaratan administrasi lengkap maka berkas tersebut akan dibawa dan diteliti oleh tim Pemberian Izin Pengangkatan Anak (PIPA) Provinsi Jawa Tengah. Jika berkas dinyatakan memenuhi syarat akan diterbitkan surat keputusan penetapan layak adopsi.

Proses terakhir adalah mengajukan sidang pengadilan untuk mendapatkan penetapan adopsi. “Itu adalah beberapa persyaratan yang harus dilalui dalam proses adopsi anak. Untuk proses lebih detail kita sengaja menghadirkan narasumber yang lebih kompeten untuk menyampaikan prosedur adopsi anak pada berbagai elemen masyarakat. Yakni, dari Pengadilan Negeri Purwodadi dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah,” ucap Adi.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

Selengkapnya →