Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Kenalkan Busana Tradisional Jawa, Pandu Studio Gelar Fashion Show



Reporter:    /  @ 19:30:55  /  23 April 2017

    Print       Email

Lomba fashion show busana Jawa untuk memperingati Hari Kartini di Gedung Serbaguna, Gabus, Pati, Minggu (23/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Untuk mengenalkan busana tradisional Jawa di tengah pusaran gelombang globalisasi, Pandu Wedding Studio menggelar lomba fashion show di Gedung Serbaguna, Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, Pati, Minggu (23/4/2017).

Fashion show busana Jawa tersebut sekaligus untuk memeringati Hari Kartini agar tradisi dan pemikirannya selalu melekat pada generasi bangsa. Karenanya, peserta fashion show diwajibkan mengenakan kebaya Jawa sebagai salah satu upaya untuk melestarikan fashion warisan leluhur Nusantara.

“Melihat fenomena sekarang, kayaknya lucu, anak-anak dilatih fashion show dengan gaya kebarat-baratan, sementara tradisi fashion tradisional Jawa mulai dilupakan. Padahal, kebaya Jawa dengan jarik tradisionalnya justru yang banyak diminati dunia internasional,” ujar Direktur CV Pandu Wedding Studio, Evi Septimardianti.

Menurutnya, kain jarik yang menjadi ciri dan karakter busana Jawa tetap membuat perempuan bisa tampil cantik dan anggun. Banyak di antara perempuan Jawa dengan kreativitas kain jarik yang berhasil memukau dunia.

Karena itu, Hari Kartini menjadi momentum yang tepat bagi Evi untuk menghelat fashion show dengan busana tradisional Jawa. “Biar anak-anak, generasi bangsa Indonesia tidak asing dengan jarik atau kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia untuk dunia,” imbuh Evi.

Dari hasil penilaian dari juri, Randiyatul Nikmah (15), pelajar dari SMPN 3 Tambakromo ditetapkan sebagai juara pertama. Siswi asal Desa Jatiroto, Kayen ini dinilai layak menjadi juara karena gerakan, penampilan dan busananya yang sesuai dengan tema tradisional Jawa.

Nikmah sendiri memakai busana tradisional dengan batik tulis Bakaran khas Kabupaten Pati. Dia berharap, predikat juara yang didapatkan tidak sekadar untuk mengukir prestasi di bidang seni. Lebih dari itu, ia ingin mengenalkan dan menjunjung tinggi kebudayaan Pati.

“Saya perempuan dari Pati. Jadi, harus menjujung tinggi kebudayaan Pati. Salah satu cara untuk menjadi juara, di antaranya menghilangkan grogi dan latihan terus bersama guru pembimbing di sekolah,” tuturnya.

Selain lomba fashion show, Pandu Wedding Studio juga menghelat lomba mewarnai sosok Kartini. Lomba mewarnai Kartini diharapkan bisa mengenalkan anak-anak kecil dengan salah satu pahlawan perempuan bangsa, yakni Raden Ayu Kartini.

Novi Iskandar, salah seorang ibu dari Kecamatan Tayu mengaku jauh-jauh datang ke Gedung Serbaguna Gabus untuk mengasah kreativitas dua anaknya di bidang mewarnai. “Ini bisa memicu anak-anak untuk berkreativitas, juga biar anak-anak tahu tradisi serta pahlawan perempuan Indonesia, Ibu Kartini,” tandas Novi.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →