Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ini Kata Polisi soal Penyebab Kematian Ibu dan Anak  di JOP



   /  @ 16:52:30  /  22 April 2017

    Print       Email

Keluarga dan rekan korban saat melihat korban yang sementara disemayamkan di kamar jenazah. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Banyak kabar miring beredar terkait penyebab kematian ibu anak, yang tenggelam di kolam arus milik Jepara Ourland Park (JOP), Kamis (20/42017). Spekulasi yang banyak berkembang korban terkena sengatan listrik, saat berada di dalam kolam. 

Diberitakan sebelumnya, Sumining (35) dan anaknya M Ilham (5) meninggal dunia setelah berenang di kolam arus milik JOP. Kuat diduga yang bersangkutan tenggelam. Namun banyak pula spekulasi yang menyebut keduanya tersengat listrik

Lalu bagaimana hasil penyelidikan kepolisian?

AKP Suwasana Kasat Reskrim Polres Jepara mengatakan, tidak ada indikasi malfungsi kelistrikan pada kolam arus tersebut. Hal itu ia ucapkan, saat dihubungi MuriaNewsCom, Sabtu (22/4/2017). 

“Kuat diduga penyebab kematian adalah tenggelam. Sebab kita juga sudah meminta keterangan pihak terkait dan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ada setrum pada kolam itu, kebocoran dari pompa juga tidak ada,” ucap Suwasana.

Dirinya mengatakan, dari keterangan berbagai pihak termasuk pengawas kolam (lifeguard), tidak mengetahui kedatangan Sumining dan M Ilham ke kolam arus tersebut. Hal itu karena di sekitar tempat terdapat banyak pepohonan dan juga banyak bangunan penghias. 

“Menurut keterangan dari penjaga, setelah area JOP dibuka masing-masing petugas bersiaga di tempat masing-masing. Pada pukul 08.30 rombongan masuk, dan pada pukul 08.45 ada korban yang terapung. Penjaga tidak tahu masuknya kedua orang itu dari mana, karena terhalang bangunan penghias berupa kerang. Di tempat itu juga banyak pepohonan. Sementara rombongan lain masih berada di kolam anak-anak,” tuturnya.

Ditanya terkait informasi dari masyarakat ihwal adanya penahanan petugas dari JOP, Suwasana menampik hal itu. “Tidak ada yang ditahan,” tegasnya. 

Namun demikian, pihaknya mengimbau manajemen JOP untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pengawasan pengunjung. Hal itu karena, kejadian nahas itu telah terjadi dua kali pada Januari 2017 dan kasus terakhir pada pertengahan bulan April. 

Sementara itu, Manajer Operasional JOP Rahman BY berjanji akan mengevaluasi kejadian dan meningkatkan pengawasan. Dikatakannya, jumlah pengawas kolam di wahana tersebut berjumlah 16 orang, dengan masing-masing yang berjaga dua orang per kolam. 

Editor  : Akrom Hazami

JOP Kembali Memakan Korban, Ibu dan Anak Tewas Tenggelam

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

KPU Grobogan Perpanjang Jadwal Pendaftaran PPK di 3 Kecamatan, Ini Alasannya

Selengkapnya →