Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ribuan Warga Rembang Ikuti Kirab Pataka Kata-kata Mutiara Kartini



Reporter:    /  @ 10:12:45  /  21 April 2017

    Print       Email

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memasangkan pataka untuk dikirab. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Rembang – Kata – kata mutiara Raden Ayu Kartini kembali dikirab mulai dari  museum sampai makam Kartini di Bulu, Kamis (20/4/2017). Kirab pataka sendiri diikuti oleh ribuan orang dari berbagai instansi,organisasi dan komunitas.

Kirab diawali pementasan tari Sang Kartini dengan   prosesi pengambilan bendera yang bertuliskan kata-kata mutiara yang terpilih. Selanjutnya Istri Bupati Hasiroh Hafidz mengambil dua bendera pataka yang masing-masing bertuliskan kata-kata mutiara Kartini dan wajah Kartini. Setelah itu diserahkan kepada  Bupati Rembang Abdul Hafidz dan dipasangkan ke tiang bendera untuk dikirab.

Ribuan pengiring yang berjalan kaki terlihat memakai baju kebaya dan adat Jawa. Dari sebagian mereka juga membawa sejumlah lampion dengan berbagai bentuk dan gambar wajah pahlawan emansipasi wanita, Kartini.

Bupati seusai memberangkatkan kirab mengatakan, kirab pataka merupakan prosesi yang sakral. Hal itu  menggambarkan ketika RA Kartini saat disemayamkan dulu yang diiring oleh banyak orang.

“Karena ketokohan RA Kartini inilah masyarakat merasa ngiring jenazahnya Ibu Kartini. Dan mengenang semangat yang diwariskan, termasuk makna dari kata-kata mutiara yang dikirab,” ujarnya.

Kirab tahun ini pun sangat memberikan spirit bagi jajaran pemkab dengan kedatangan enam keluarga Kartini yang sebelumnya juga hadir pada jamuan makan malam beberapa hari yang lalu. Hal itu dianggap sebagai motivasi bagi pemkab untuk terus menggelorakan RA Kartini di Rembang.

Kata-kata mutiara yang dikirab berbunyi “Kemenangan yang seindah-indahnya dan sesukar sukarnya yang boleh direbut oleh manusia ialah menundukkan diri sendiri. Paham lama yang sudah turun temurun,tiada dapat dengan sebentar saja disisihkan akan menggantinya dengan paham baru. Berkuasa paham yang lama itu,oleh karena masih dihormati orang seluruh negeri,tetapi tumbuhan muda yang segar itu tentulah akan menang jua.”

Rute kirab pataka sendiri mulai start pukul 15.00 WIB dari museum RA Kartini ke utara masuk jalan pantura ke barat ke arah Tugu Adipura ke selatan arah Jalan Pemuda sampai finish di  Soetomo ke selatan sampai makam Kartini di Bulu. Ada tiga pos yang menjadi titik estafet , yakni pos galonan yang diberangkatkan Wakil Bupati Bayu Andriyanto didampingi Istri Vivit Bayu Andriyanto, pos kedua di Kecamatan Sulang dan pos di Bulu, serta finish di makam yang akan diterima oleh Hasiroh Hafidz untuk disemayamkan semalam di sana.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

Selengkapnya →