Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Keren, Aneka Bahan Tradisional Diolah jadi Menu Masakan Lezat



Reporter:    /  @ 20:00:29  /  20 April 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melihat produk cipta menu masakan dari tim PKK Kecamatan Gabus (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Menu makanan lezat ternyata tidak hanya dibuat dari bahan yang mahal, tapi juga bisa dari yang biasa. Beragam bahan tradisional ternyata juga bisa disulap jadi aneka menu masakan yang istimewa dan lezat rasanya.

Hal itu setidaknya bisa dilihat dalam acara lomba cipta menu masakan non beras yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (20/4/2017). Dimana, dalam lomba yang diikuti tim PKK tingkat kecamatan itu banyak tersaji aneka menu makanan maupun minuman yang dibuat dari bahan tradisional.

Seperti jenis singkong, talas, ubi, ketela rambat, kacang tanah yang dikombinasi dengan aneka sayuran dan buah-buahan. Beberapa peserta ada yang menambahkan menu ikan sebagai pelengkap masakan. “Hasil karya dalam  lomba cipta menu masakan non beras ini saya nilai sangat istimewa. Selain penampilannya menarik, masakannya juga cukup lezat,” ungkap Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat berkeliling melihat hasil karya peserta.

Menurutnya, melalui lomba ini bisa diketahui kalau masih banyak sumber pangan lainnya yang bisa dijadikan alternatif. Dengan demikian, ketergantungan terhadap beras bisa sedikit dikurangi. Caranya, dengan sering mengonsumsi bahan pangan non beras tersebut yang harganya murah dan mudah didapat tersebut,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Grobogan Muhammad Hidayat menyatakan, dalam beberapa tahun ini, pihaknya sudah beberapa kali menggelar lomba cipta menu masakan dari bahan non beras. Dengan diolah dan dikemas sedemikian rupa, hasilnya ternyata cukup mengagumkan. Bahkan, saat ini, kreasi yang dihasilkan dinilai makin beragam dan lebih menarik.

Hidayat menyatakan, mulai sekarang perlu dilakukan upaya sosialisasi lagi kepada masyarakat luas. Utamanya masyarakat pedesaan. Di mana mereka harus kembali diajarkan untuk memanfaatkan bahan pangan yang tersedia melimpah di daerahnya.

”Kalau masyarakat sudah bisa mengolah bahan pangan ini dengan baik maka setidaknya bisa mengurangi ketergantungan akan beras,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →