Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Proses Mengantar Jenazah dengan Bertaruh Nyawa di Tanjungsari Grobogan Berlangsung Lama



Reporter:    /  @ 18:00:18  /  20 April 2017

    Print       Email

Tim dari Kementerian PUPR menyurvei lokasi yang akan dibangun jembatan gantung di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Rabu (19/4/2017). (MuriaNewsCom / Dani Agus).

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses mengatarkan jenazah menuju pemakaman dengan menyeberangi Sungai Lusi yang dilakukan warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan, Grobogan, ternyata sudah dilakukan cukup lama. Kira-kira sudah ada 10 tahun.

Lokasi pemakaman berada di sebelah utara sungai. Ketika mengantar menuju makam, keranda berisi jenazah ditempatkan di atas rangkaian pralon besar berbentuk kotak. Kemudian, warga berenang di sekelilingnya sambil mengarahkan keranda menuju seberang.

Selama ini, belum pernah ada insiden hanyutnya pengiring jenazah yang ikut mengantar menuju pemakaman. Peristiwa orang hanyut saat mengantar jenazah baru terjadi Rabu (8/2/2017) lalu. Seorang warga hanyut terseret arus Sungai Lusi di Dusun Ndoro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan. Korban diketahui bernama Jumeno (28) warga Desa Kalirejo, Wirosari yang saat itu sedang melayat kerabat dari istrinya.

“Praktik mengubur jenazah ke makam dengan menyeberang sungai sudah berlangsung lama. Jarak yang ditempuh lewat sungai lebih pendek daripada melalui jalan darat,” ungkap Kades Tanjungsari Tri Suryatno.

Menurutnya, kalau memaksa lewat darat harus memutar menempuh jalan lewat Wirosari jaraknya bisa sampai tujuh kilometer. Ada jalan lain berupa bekas rel kereta yang jalurnya cukup sempit dan jaraknya juga jauh. Sedangkan jika lewat sungai hanya butuh jarak tempuh beberapa ratus meter saja.

sebenarnya di desa tersebut sudah ada tempat pemakaman di selatan sungai. Namun, sebagian lokasi makam longsor tergerus air sehingga praktis tidak dipakai lagi untuk pemakaman.

Akhirnya, warga melangsungkan penguburan jenazah di pemakaman yang ada di sebelah utara sungai. Di tempat pemakaman ini sudah dimakamkan sekitar 300 jenazah.

Lokasi pemakaman di utara Sungai Lusi itu berada di tengah areal sawah. Jarak makam dari pinggir sungai sekitar 300 meter melewati jalan setapak.

Beberapa ratus meter di sebelah utara makam masih berupa areal sawah yang masuk wilayah Dusun Dayu, Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari. Rumah penduduk paling pinggir di kampung ini berjarak sekitar 1 km dari tempat pemakaman warga Desa Tanjungsari.

“Kalau ada jembatan memang sangat menguntungkan. Tidak hanya untuk proses pemakaman ketika ada yang meninggal saja. Tetapi bisa jadi akses cepat menuju wilayah Kecamatan Wirosari. Adanya jembatan bisa lebih mendongkrak sektor perekonomian,” ungkap Susilo, warga setempat.

Editor  :Akrom Hazami 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →