Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pengelola Bukit Pandang Pati Suguhkan Pagelaran Wayang Ucul



Reporter:    /  @ 19:00:28  /  19 April 2017

    Print       Email

Pagelaran wayang ucul dipentaskan di kawasan wisata Bukit Pandang Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pengelola objek wisata Bukit Pandang Ki Santa Mulya di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati terus mengembangkan inovasi untuk menyuguhkan satu destinasi wisata yang lengkap tanpa meninggalkan unsur alam dan budaya.

Tak hanya menawarkan sejumlah spot yang menarik untuk selfie, kini pengelola menyuguhkan pagelaran wayang ucul dengan lakon petruk angon laler. Wayang itu diperankan oleh pengelola bukit pandang.

Uniknya, pagelaran wayang ucul mengisahkan sebuah bukit yang ramai dikunjungi pengunjung. Bukit pandang diibaratkan sebagai bangkai ikan. Kendati ikan sudah mati dan menjadi bangkai, tetapi tetap disukai manusia.

“Pengunjung dikiaskan sebagai lalat. Petruk angon laler, artinya Petruk memelihara lalat. Wayang ucul berkisah tentang bagaimana pengelola sebagai petruk bertugas memelihara bukit agar selalu dikunjungi lalat atau wisatawan,” ucap penggagas Bukit Pandang Pati, Krisno, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya, pagelaran wayang ucul menjadi salah satu upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya Jawa di tengah destinasi wisata alam berkonsep kekinian. Wayang digelar di batu gedek yang lokasinya berada di kawasan bukit pandang.

Saat dilaunching, pementasan wayang ucul melibatkan sejumlah mahasiswa Passa Unissula, IMP Unnes, Kompi yang meliputi Undip, Polines dan Politekes, KMPP UIN Walisongo Semarang, Kommpas Unwahas dan Pampa Upgris. Mereka ikut mendukung upaya pelestarian budaya di tengah destinasi wisata alam di Pegunungan Kendeng.

“Rencananya, pagelaran wayang ucul kami gelar setiap hari. Jadi, pengunjung tidak cuma foto selfie dan menikmati pemandangan alam yang indah di Pegunungan Kendeng, tetapi juga bisa menikmati wayang ucul,” imbuhnya.

Saat ini, kawasan wisata Bukit Pandang tak hanya dikunjungi wisatawan lokal, tetapi juga luar daerah seperti Gresik, Lumajang, Surabaya, Pemalang, hingga Bandung. Pengunjung dari luar kota biasanya mengaku sebagai backpacker, sekadar ingin menyaksikan salah satu pesona alam di Kabupaten Pati.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →