Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

4 Bulan Masa Pemeliharaan, Belum Ada Pembenahan Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi



Reporter:    /  @ 22:40:16  /  18 April 2017

    Print       Email

 

Sejumlah pohon peneduh jenis palem yang belum lama ditanam di sekeliling proyek revitalisasi alun-alun sudah terlihat kering daunnya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sorotan terhadap proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi kembali muncul. Kali ini, terkait belum adanya aktivitas yang dilakukan pihak rekanan dalam masa pemeliharaan proyek senilai Rp 10,3 miliar tersebut.

Pelaksanaan proyek yang dikerjakan PT Aditya Mulya Pratama tersebut rampung pada akhir tahun 2016 lalu. Meski demikian, pihak rekanan masih memiliki tanggung jawab pemeliharaan hingga enam bulan ke depan. Dalam masa pemeliharaan ini, pihak rekanan diminta untuk melakukan pembenahan pekerjaan yang diperlukan.

Sampai saat ini, masa pemeliharaan sudah berlalu empat bulan. Namun, belum terlihat ada aktivitas yang dikerjakan pihak rekanan untuk membenahi proyek yang jadi sorotan banyak pihak tersebut.

“Salah satu yang saya amati adalah soal pohon peneduh jenis palem yang kondisinya banyak mengering. Sejak awal, pohon itu sudah disoroti tetapi belum juga diganti sampai sekarang,” ungkap Purmintono, salah seorang warga Kuripan, Purwodadi yang ditemui saat sedang berjalan-jalan di alun-alun, Selasa (18/4/2017).

Selain pohon penduh, ada beberapa pekerjaan yang mestinya masih perlu dikerjakan rekanan. Misalnya, ada beberapa keramik maupun lantai yang pasangannya lepas maupun pecah.

Kemudian, masih munculnya banyak genangan air di kawasan alun-alun. Terutama, di kantor parkir di seberang kantor Kejaksaan Negeri Grobogan. Genangan ini terjadi karena lantainya tidak rata sehingga air hujan tidak bisa masuk saluran drainase.

“Aktivitas yang sempat saya ketahui adalah perbaikan atap tenda PKL yang robek kena angin. Untuk pembenahan keramik, maupun genangan kayaknya belum pernah dilakukan,” kata Andreas, warga lainnya.

Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Joni Sarjono menyatakan, meski proyek sudah rampung namun pihak rekanan masih punya tanggung jawab pemeliharaan pekerjaan. Masa pemeliharaannya selama enam bulan setelah proyek selesai. Dalam masa pemeliharaan ini, kalau terjadi kerusakan pekerjaan masih jadi tanggung jawab pihak rekanan.

“Kalau ada kerusakan dari proyek memang masih jadi tanggungan rekanan. Kita sudah meminta pihak rekanan supaya segera membenahi semua kekurangan. Baik secara lisan maupun surat. Soalnya, sampai sekarang masih dalam masa pemeliharaan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →