Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Warga Bedingin Todanan Blora Budidayakan Pisang Chavendish



   /  @ 17:00:33  /  18 April 2017

    Print       Email

Warga usai melakukan penanaman pisang chavendish di Dukuh Pucung, Desa Bedingin, Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora –  Kreativitas warga Dukuh Pucung, Desa Bedingin, Kecamatan Todanan Kabupaten Blora, patut diacungi jempol.  Tidak hanya agribisnis holtikutura, tetapi juga merambah pada perkebunan pisang chavendish.

Salah satunya Rubani (37) yang sejak awal 2016 membudidayakan pisang chavendish ini. Bibit yang ditanam  satu tahun silam itu, saat ini sudah membuahkan hasil. “Alhamdulillah sudah panen dan hasilnya sangat menguntungkan, baru memanen 20 persen dari total pisang yang ada dan sudah balik modal” kata Rubani di Blora.

Ditemui di Dukuh Pucung, Kusminar, Fasilitator Rumah Zakat Desa Bedingin yang mendampingi budi daya Pisang Chavendish ini mengungkapkan, pihaknya bersama dengan petani akan terus melakukan perbaikan teknis budi daya, membangun jaringan pemasaran, dan mengembangkan usaha dari kebun pisang ini.

“Dalam waktu dekat kita akan mengembangkan pembibitan pisang sendiri dan juga pisang yang tidak masuk grade akan kami proses menjadi kripik pisang” ungkapnya.

Ia menambahkan sebagai tawaran, budi daya pisang chavendish ini bisa menjadi pilihan yang cocok. “Karena, pisang lebih mudah dikembangkan dan sangat subur pada kondisi tanah. Selain itu, risikonya lebih mudah dikendalikan dibandingkan komiditas pertanian perkebunan lainnya,” ucapnya.

Apalagi, sambung Kusminar, tanaman pisang termasuk dalam kategori jarang terserang hama, sehingga lagi-lagi risiko kegagalan bisa diminimalkan. “Hanya, dalam bertanam, tetap harus menggunakan teknologi yang tepat guna dan sasaran,” ujarnya.

Sementara itu banyak lahan di sekitarnya yang memungkinkan untuk dikembangkan tanaman serupa. Selain secara mudah dalam perawatan, kebun pisang chavendish ini juga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →